0%
logo header
Selasa, 11 November 2025 17:35

Kepala Disbud Makassar Hadirkan ANJAS RI’ Museum, Jemput Anak Belajar Sejarah

Kepala Disbud Makassar Hadirkan ANJAS RI’ Museum, Jemput Anak Belajar Sejarah

Murid SD melakukan kunjungan ke Museum dalam program ANJAS RI Museum yang digagas Kepala Disbud Makassar Andi Patiware

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar melalui Museum Kota Makassar menghadirkan inovasi pelayanan publik ANJAS RI’ Museum (Antar Jemput Anak Sekolah ke Museum).

banner pdam

Program tersebut menjadi upaya pemerintah memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendapatkan edukasi sejarah dan kebudayaan secara langsung di museum.

ANJAS RI’ Museum digagas oleh Kepala Dinas Kebudayaan Makassar Andi Patiware. Inovasi ini berangkat dari gagasan bahwa museum tidak seharusnya hanya menunggu masyarakat datang, tetapi harus hadir lebih dekat dan aktif membuka akses bagi masyarakat.

Baca Juga : Dari Kebudayaan, Tumbuh 7 Inovasi: Disbud Makassar Perkuat Pelayanan Publik yang Lebih Dekat dan Inklusif

Kepala Disbud Makassar Andi Patiware mengatakan, museum memiliki peran penting sebagai ruang edukasi yang dapat memperkenalkan sejarah dan kebudayaan kepada generasi muda.

“Museum tidak hanya menyimpan masa lalu, tetapi juga harus mampu menjemput generasi untuk mengenal, memahami, dan mencintai sejarah serta kebudayaannya,” ujar Andi Patiware, Selasa (11/11).

Menurutnya, ANJAS RI’ Museum dirancang untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada anak sekolah, termasuk penyandang disabilitas, anak jalanan, dan anak panti asuhan, agar dapat memperoleh pengalaman belajar di museum.

Baca Juga : Lomba Kelurahan Tingkat Nasional, Kepala BRIDA Makassar Hadiri Rapat Penilaian Materi Pemaparan Lurah Gunung Sari

“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan transportasi, kondisi sosial, maupun aksesibilitas tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk datang ke museum. Karena museum adalah ruang belajar yang harus bisa diakses oleh semua,” katanya.

Melalui program tersebut, peserta tidak hanya diantar dan dijemput, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukatif selama berada di museum. Mereka diajak mengenal koleksi, sejarah, tokoh, serta berbagai kekayaan budaya Kota Makassar melalui kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.

Dari Museum yang Menunggu Menjadi Museum yang Mendekat

Baca Juga : Kepala BRIDA Makassar Hadiri Rapat Penginputan IPKD 2026, Begini Penekanannya

Kehadiran ANJAS RI’ Museum membawa perubahan dalam pola pelayanan museum, dari yang sebelumnya cenderung pasif menjadi lebih proaktif.

Museum tidak lagi sekadar menunggu pengunjung, tetapi berupaya mendatangi dan memberikan akses kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk dapat menikmati layanan edukasi museum.

Andi Patiware menegaskan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Disbud Makassar menjadikan museum sebagai ruang publik yang inklusif, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Terima Audiensi Panitia Makassar Bike Race 2026: Harap Jadi Wadah Pembinaan Atlet Sepeda

“Kami ingin membangun cara pandang bahwa museum bukan tempat yang jauh dari masyarakat. Museum harus menjadi ruang publik yang hidup, terbuka, dan hadir di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap program ANJAS RI’ Museum dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Kota Makassar sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap identitas daerah.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dari sana tumbuh rasa bangga terhadap identitas Makassar, termasuk nilai siri’ na pacce,” ujar Andi Patiware.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Terima Audiensi Panitia Makassar Bike Race 2026: Harap Jadi Wadah Pembinaan Atlet Sepeda

Museum untuk Semua

Disbud Kota Makassar mengajak sekolah, komunitas, lembaga sosial, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan museum sebagai ruang belajar, rekreasi, sekaligus sarana pengenalan sejarah dan kebudayaan.

ANJAS RI’ Museum yang digagas pada 2025 menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan publik yang mendorong museum untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Terima Audiensi Panitia Makassar Bike Race 2026: Harap Jadi Wadah Pembinaan Atlet Sepeda

“Museum untuk semua bukan sekadar slogan. Kami ingin mewujudkannya melalui pelayanan yang inklusif dan inovasi yang benar-benar memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk belajar dan mengenal warisan budaya,” pungkas Andi Patiware. (*)