0%
logo header
Sabtu, 21 Oktober 2023 18:20

Kekeringan di Makassar Meluas, Krisis Air Bersih Landa 10 Kecamatan

Pendistribusian air bersih di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya || foto istimewa
Pendistribusian air bersih di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya || foto istimewa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat ada dua tambahan kecamatan yang juga terdampak krisis air bersih. Yaitu Tamalate dan Wajo.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Bencana kekeringan di Kota Makassar semakin meluas. Wilayah yang terdampak bertambah menjadi dua.

Sebelumnya, hanya 8 kecamatan yang terdampak kekeringan. Yakni Ujung Tanah, Tamalanrea, Tallo, Bontoala, Biringkanaya, Panakkukang, Manggala, dan Makassar.

Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada dua tambahan

Baca Juga : BPBD Imbau Masyarakat Makassar Hati-Hati Hadapi Musim Transisi

kecamatan yang juga terdampak krisisairbersih. Yaitu Tamalate dan Wajo.

Dua wilayah baru yang terdampak berdasarkan data BPBD Makassar per 20 Oktober 2023. Untuk Kecamatan Wajo, krisis air bersih terjadi di Jalan Butung Kelurahan Malimongan.

“Dampak dari bencana kekeringan ini, bertambah dua kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Yaitu Wajo dan Tamalate,” kata Achmad Hendra Hakamuddin

Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan 10 Tandon Penuhi Kebutuhan Air Bersih Tiap Kelurahan

Ia menyebutkan total penduduk yang terdampak krisis air bersih hingga saat ini sebanyak 162.995 jiwa (48.184 KK).

Untuk itu, VPBD Makassar bekerjasama dengan PDAM sudah menyalurkan air bersih ke beberapa wilayah yang membutuhkan sebanyak 8.082.501 liter.

Bukan hanya warga, sejumlah layanan publik juga sudah terkena dampak krisis air bersih. Salah satunya di Puskesmas.

Baca Juga : Pendapatan PDAM Makassar Turun Hingga Rp1 Miliar Akibat Dampak Kekeringan

“Kita juga menerima laporan krisis air bersih di beberapa puskesmas,” tutupnya.