0%
logo header
Senin, 27 Desember 2021 22:12

Dua Warga di Bone Meninggal Usai Divaksin, Begini Penjelasan Dinkes Sulsel

Vaksin Covid-19 || ilustrasi
Vaksin Covid-19 || ilustrasi

Dua warga di Desa Gattarang Kabupaten Bone Sulawesi Selatan diduga meninggal dunia setelah disuntik vaksin Covid-19. Mereka adalah Andi Nur Widya yang masih berusia 13 tahun dan Saleng 80 tahun. Keduanya meninggal pada Sabtu 25 Desember 2021 lalu.

BONE, KATABERITA.CO – Dua warga di Desa Gattarang Kabupaten Bone Sulawesi Selatan diduga meninggal dunia setelah disuntik vaksin Covid-19.

Mereka adalah Andi Nur Widya yang masih berusia 13 tahun dan Saleng 80 tahun. Keduanya meninggal pada Sabtu 25 Desember 2021 lalu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Arman Bausat tidak menampik kabar tersebut. Dia mengatakan sebelum meninggal Andi Nur Widya mengeluhkan nyeri pada bagian dada setelah menerima vaksin dosis kedua.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Siap 1,5 Juta Dosis Vaksin Tekan Kasus PMK

“Ia benar satu anak dan satu orang tua, yang anak-anak itu masuk vaksin ke dua, tapi vaksin pertama tidak apa-apa ji vaksin kedua dia baru mengeluh,” ujar Arman saat dikonfirmasi, Senin (27/12).

Meski begitu, pihaknya masih akan melakukan evaluasi terkait penyebab pasti kematian kedua warga Kabupaten Bone tersebut.

“Tapi itu kita evaluasi dulu apakah penyebab meninggalnya karena sudah divaksin atau penyakit lain,” lanjut dia.

Baca Juga : Satu Warga Takalar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Arman juga mengaku masih menunggu laporan dari hasil investigasi untuk memastikan penyebab kematian dua warga tersebut.

Meski begitu, dia mengimbau agar warga tidak menjadikan kasus kematian tersebut sebagai spekulasi agar tidak mau disuntik vaksin Covid-19.

“Ia diduga karena sudah divaksin, tapi jangan yang meninggal itu dijadikan sekadar untuk kepentingan yang lebih besar. Sementara vaksin itu untuk mencegah virus,” imbau dia.

Baca Juga : Gegara Pegawai Bawa Enam Warga yang Belum Vaksin, Dinkes Makassar Sebut Vaksinasi Meningkat Drastis

Setelah divaksin warga akan diawasi melalui Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pada pasien setelah pemberian imunisasi.

“pasien dipastikan di evaluasi dulu sebelum pulang agar tidak terjadi sesuatu. Saya kira tim vaksinator juga tidak semudah itu melakukan vaksin kalau memang tidak yakin,” jelas dia.

Saat ini Komnas KIPI Sulsel masih mencari tahu penyebab kematian dua warga tersebut. Menurut Arman, penyebab lain Andi Nur Widya meninggal karena ada riwayat penyakit jantung. Sementara Saleng meninggal akibat hipertensi.

Baca Juga : Komnas KIPI: Kasus Kematian di Bone Tidak Terkait Vaksinasi Covid-19

“Kita pastikan dulu. kita akan memberikan tindaklanjut sesuai aturan kalau memang ada regulasi yang mengatakan demikian kita akan kita tindaklanjuti, karena ini kan baru tadi malam infonya,” beber dia.