
MAKASSAR, KATABERITA.CO — Upaya pencegahan stunting di Kota Makassar terus diarahkan pada penguatan intervensi dari hulu, salah satunya melalui edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pendekatan tersebut menempatkan keluarga sebagai salah satu aktor utama dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal sejak masa kehamilan.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka ke Kampung KB Manggala pada 30 Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, edukasi 1.000 HPK disebut sebagai bagian penting dalam pencegahan stunting, bersama edukasi pola asuh, kesehatan ibu dan anak serta penguatan keluarga.
Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan. Intervensi sejak masa sebelum kehamilan, masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kesehatan anak.
Karena itu, peningkatan pengetahuan keluarga mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak serta pola asuh menjadi bagian penting dari pembangunan keluarga berkualitas.
DPPKB Kota Makassar terus mendorong penguatan peran keluarga dan kader di tingkat masyarakat agar edukasi mengenai 1.000 HPK dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Kolaborasi lintas sektor juga diperlukan agar upaya pencegahan stunting tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Dengan penguatan intervensi dari hulu, Pemerintah Kota Makassar berharap kualitas kesehatan keluarga dan generasi yang akan datang dapat terus ditingkatkan.

