0%
logo header
Jumat, 09 Januari 2026 15:53

DP2 Makassar Realisasikan Urban Farming Terintegrasi, Edufam Dimulai 2026

DP2 Makassar Realisasikan Urban Farming Terintegrasi, Edufam Dimulai 2026

Melalui Dinas Perikanan dan Pertanian, Pemkot Makassar menargetkan tahap perencanaan pembangunan dua unit urban farming yang berlokasi di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Biringkanaya rampung pada Januari 2026.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) mulai akan merealisasikan pembangunan kawasan urban farming terintegrasi sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

banner pdam

Melalui Dinas Perikanan dan Pertanian, Pemkot Makassar menargetkan tahap perencanaan pembangunan dua unit urban farming yang berlokasi di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Biringkanaya rampung pada Januari 2026.

Kedua lokasi tersebut akan dikembangkan dalam kawasan Edukasi Farming (Edufam).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming Terintegrasi, Libatkan Warga hingga Komunitas Lorong

Progresnya telah memasuki tahap pengadaan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan pembangunan fisik yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi lintas perangkat daerah.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan bahwa pada awal 2026 tahapan pembangunan Kawasan Edufam telah memasuki fase awal.

Saat ini, progres perencanaan Kawasan Edufam telah resmi memasuki tahap pengadaan melalui ULP.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Panen Raya Cabai Rawit di Pesantren Gombara

“Perencanaan ini, kami perkirakan memakan waktu sekitar 1 sampai 2 bulan, mulai dari proses di ULP hingga pemilihan konsultan,” jelasnya, Jumat (9/1).

“Setelah itu, sekitar bulan Maret, kita mulai masuk ke pekerjaan fisik,” sambung Aulia.

Aulia menjelaskan, tahap awal pembangunan akan difokuskan pada penimbunan lahan. Baik di Kawasan Barombong-Tamalate maupun lanjutan penimbunan di Sudiang Kecamatan Biringkanaya.

Baca Juga : Andi Tenri Desak Makassar Maksimalkan Distribusi Pupuk dan Urban Farming di Barombong

Aulia menyebutkan, penimbunan di Sudiang telah dilakukan sebagian melalui anggaran perubahan 2025 dan akan dilanjutkan pada anggaran pokok 2026.

Setelah penimbunan selesai, barulah akan dilanjutkan ke pembangunan fisik secara bertahap.

“Rencana Edufam, di Barombong dan Sudiang. Di lokasi ini semua kegiatan terintegrasi, mulai dari kebun pertanian, peternakan ayam, budidaya jamur, budidaya maggot, sampai dengan pengolahan sampah,” tutur Aulia.

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

Menurutnya, konsep Edufam tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan percontohan pertanian, perikanan, dan peternakan yang adaptif terhadap kondisi perkotaan.

Pengembangan kawasan Edufam melibatkan lima OPD secara lintas sektor, guna memastikan pembangunan berjalan terpadu dan berkelanjutan.

Yakni DP2, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

Aulia menjelaskan, Dinas PU akan fokus pada proyek pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung di Kawasan Edufam.

Dinas Perhubungan menangani penerangan dan kelistrikan.

Sedangkan, Dinas Ketahanan Pangan fokus pada pengadaan cold storage untuk penyimpanan hasil panen Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani.

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

“Sementara, DP2 berfokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, serta DLH mendukung pengelolaan lingkungan dan sistem pengolahan sampah terpadu,” jelas Aulia.

Pada kesempatan ini, Aulia juga menegaskan bahwa pada 2026, urban farming terintegrasi menjadi program unggulan utama DP2 Kota Makassar.

Selain itu, DP2 juga tetap fokus pada program strategis lainnya, seperti penanganan stunting dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

“Khusus di Edufam Barombong, luas lahannya mencapai ribuan meter persegi dan menjadi lokasi yang paling luas dibandingkan kawasan Edufam lainnya,” terang Aulia.

Melalui program Edufam, Pemkot Makassar berharap dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat.

“Serta menjadikan kawasan urban farming sebagai pusat edukasi pertanian dan perikanan berbasis perkotaan yang berkelanjutan,” harapnya.

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

Tak hanya itu, di tengah tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan pangan perkotaan yang terus meningkat, Pemkot Makassar mengambil langkah strategis dengan memperkuat pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian, perikanan, dan peternakan.

Melalui DP2, Pemkot Makassar mendorong pengembangan urban farming terintegrasi yang menyentuh langsung kelompok tani, nelayan, dan KWT di 15 kecamatan.

Sebagai upaya membangun ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus menghadirkan ruang edukasi produktif di wilayah perkotaan.

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

Aulia juga, mengatakan bahwa berbagai bentuk bantuan dan juga pembiayaan telah disiapkan, khususnya bagi KWT yang masih aktif dan dinilai layak menerima dukungan program.

“Untuk kelompok wanita tani, bantuannya beragam. Mulai dari bibit tanaman buah, tanaman, berbagai jenis bibit tanaman, benih, hingga pengembangan peternakan ayam petelur dan budidaya ikan air tawar,” jelas Aulia.

Saat ini, program tersebut telah menjangkau 15 kecamatan di Kota Makassar, meski belum seluruh kelurahan dapat menerima bantuan.

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

Hal ini disebabkan adanya proses verifikasi terhadap keaktifan dan kesiapan kelompok penerima.

Dari total 348 KWT, saat ini yang masih aktif tersisa 266 KWT.

“Nah, itu yang kami lakukan verifikasi, mana yang layak mendapatkan bantuan. Penilaiannya juga tergantung proposal yang mereka ajukan,” ungkapnya.

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

Menurut Aulia, setiap proposal yang masuk akan ditindaklanjuti dengan survei lapangan. Hal ini untuk memastikan kesiapan dan kesesuaian kelompok dengan bantuan yang diminta.

“Misalnya mereka mengajukan kandang ayam dan ayamnya, kami cek dulu apakah memang mereka layak dan mampu mengelola peternakan tersebut,” tambahnya.

DP2 Makassar mendorong konsep urban farming terpadu, di mana kelompok masyarakat tidak hanya fokus pada satu sektor.

Baca Juga : Tampilkan Program Unggulan, Booth Makassar Jadi Magnet di Indonesia City Expo

Urban farming tersebut mencakup pertanian, perikanan, peternakan, budidaya maggot, hingga budidaya jamur.

Namun demikian, penerapannya disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.

“Seperti di Kecamatan Wajo, pekarangan rumah warga relatif terbatas. Jadi kami arahkan ke budidaya jamur dan budidaya maggot yang tidak membutuhkan lahan luas,” tutup Aulia.