0%
logo header
banner dprd makassar
Selasa, 29 Maret 2022 15:25

Diskominfo Makassar Gelar Coffee Morning Bahasa Masalah Minyak Goreng

Kepala Disdag Makassar Arlin Ariesta (kiri), Dirut PD Pasar Makassar Raya Thamrin Mensa (tengah), dan Kepala Diskominfo Makassar Mahyuddin (kanan)
Kepala Disdag Makassar Arlin Ariesta (kiri), Dirut PD Pasar Makassar Raya Thamrin Mensa (tengah), dan Kepala Diskominfo Makassar Mahyuddin (kanan)

Kegiatan membahas program-program pemerintah kota atau masalah yang tengah dihadapi di masyarakat. Salah satunya terkait persoalan minyak goreng.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar menggelar coffee morning, di Upnormal Cafe, Jalan Bontolempangan, Selasa (29/3).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar Arlin Ariesta dan Dirut PD Pasar Makassar Raya Thamrin Mensa sebagai narasumber.

Kepala Diskominfo Makassar, Mahyuddin mengatakan kegiatan ini dibuat untuk membahas program-program pemerintah kota atau masalah yang tengah dihadapi di masyarakat.

Baca Juga : Waspada Cuaca Buruk, Dinas Kominfo Makassar Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Call Center 112

Seperti saat ini, lanjut Mahyuddin, langka dan melonjaknya harga minyak goreng di pasaran baik bentuk curah maupun kemasan kerap dikeluhkan masyarakat.

“Makanya kita selalu hadirkan OPD yang bersinggungan langsung dengan masalah tersebut agar persoalan ini bisa selesai. Supaya masyarakat juga paham penyebab langkanya minyak goreng di pasaran,” jelas Mahyuddin.

Kata Mahyuddin, persoalan minyak goreng masih menjadi trend pembicaraan di masyarakat. Karena itu melalui kegiatan ini, dia berharap masyarakat bisa mengetahui informasi terkait harga dan ketersediaan stok minyak goreng di Makassar.

Baca Juga : Sukseskan Aerobatic F8, Diskominfo Imbau Warga Tak Terbangkan Drone dan Balon Udara

“Jadi bukan hanya minyak goreng, bahan pokok lainnya juga mengalami kenaikan dan keterbatasan stok,” tuturnya.

Sementara, Kepala Disdag Makassar, Arlin Ariesta mengatakan bahwa saat ini ada ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan stok minyak goreng. Baik di retail maupun pasar tradisional.

Berdasarkan informasi dari distributor, kata Arlin, pre order yang dipesan lewat produsen hanya bisa dipenuhi 30% dari jumlah permintaan.

Baca Juga : Dukung Siaran TV Digital, Pemkot Makassar Alokasikan Anggaran di APBD-P Beli Set Top Box untuk RT/RW

“Memang diakui stok terbatas, informasi dari distributor pre order mereka tidak terpenuhi 100%, tapi hanya 30%,” tutup Arlin.