0%
logo header
Jumat, 05 Juni 2026 16:27

Direksi PDAM Makassar Turun Langsung Bersihkan Saluran Leko Pancing, Jaga Pasokan Air Bersih Jelang Musim Kemarau

Direksi PDAM Makassar Turun Langsung Bersihkan Saluran Leko Pancing, Jaga Pasokan Air Bersih Jelang Musim Kemarau

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi air baku yang menjadi sumber utama pasokan untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang yang melayani ribuan pelanggan di wilayah utara Kota Makassar.

MAROS, KATABERITA.CO – Jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar turun langsung meninjau kondisi Bendungan Leko Pancing, Kabupaten Maros, Jumat (5/6).

banner pdam

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi air baku yang menjadi sumber utama pasokan untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang yang melayani ribuan pelanggan di wilayah utara Kota Makassar.

Kunjungan tersebut dipimpin Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Taufiq Aris, bersama Plt Direktur Keuangan, Wirda Fauzah Madjid.

Baca Juga : PDAM Makassar Siagakan Mobil Tangki Gratis, Layani Pelanggan Terdampak Penurunan Suplai Air Baku

Serta dihadiri jajaran pejabat struktural dan tim teknis PDAM Kota Makassar.

Selain melakukan peninjauan langsung di bendungan, rombongan juga melaksanakan kerja bakti dan pembersihan di sepanjang saluran air baku yang menghubungkan Bendungan Leko Pancing dengan IPA II Panaikang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kontinuitas pasokan air bersih kepada pelanggan, khususnya di wilayah utara dan timur Kota Makassar, menjelang musim kemarau.

Baca Juga : Hadiri Dialog Publik, Andi Syahrum Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

Terlebih beberapa waktu terakhir pelanggan di wilayah utara dan timur kota menghadapi gangguan distribusi akibat menurunnya kapasitas produksi air.

Plt Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, menjelaskan, peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai kendala yang menyebabkan berkurangnya debit air baku yang masuk ke IPA II Panaikang.

“Direksi bersama seluruh jajaran turun langsung ke Bendungan Leko Pancing untuk memastikan kondisi saluran air baku sekaligus melakukan kerja bakti. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga pelayanan kepada pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar,” ujarnya.

Baca Juga : Normalisasi Saluran Air Baku 7 Km, PDAM Makassar Perkuat Pasokan Air Bersih dan Kurangi Risiko Banjir

Menurutnya, persoalan utama yang saat ini dihadapi bukan terletak pada ketersediaan air di bendungan, melainkan pada kondisi saluran air baku sepanjang jalur distribusi menuju instalasi pengolahan.

Ia menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan berkurangnya debit air yang diterima IPA II Panaikang.

Pertama, kebocoran yang terjadi secara alami pada sejumlah titik saluran.

Baca Juga : Marak Pencurian Meter Air, PDAM Makassar Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan

Kedua, maraknya pengambilan air baku secara ilegal atau illegal connection yang dilakukan di sepanjang jalur saluran.

Ketiga, terjadinya pendangkalan yang menghambat aliran air menuju instalasi pengolahan.

“Kapasitas air baku di bendungan sebenarnya masih mencukupi. Namun di sepanjang badan saluran terdapat berbagai persoalan seperti kebocoran, pengambilan air secara ilegal, serta pendangkalan. Kondisi inilah yang membuat debit air berkurang ketika sampai ke IPA II Panaikang,” jelasnya.

Baca Juga : Marak Pencurian Meter Air, PDAM Makassar Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan

Ia mengungkapkan titik-titik kritis saat ini banyak ditemukan di Seksi 8 dan Seksi 9 saluran air baku.

Akibat berbagai hambatan tersebut, volume air yang seharusnya masuk secara optimal ke instalasi pengolahan mengalami penyusutan cukup signifikan.

Dampaknya, kapasitas produksi IPA II Panaikang menurun dan berpengaruh langsung terhadap pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah utara Kota Makassar, termasuk Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Wajo, dan Bontoala.

Baca Juga : Marak Pencurian Meter Air, PDAM Makassar Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan

“Kondisi ini sangat mengganggu dan mengurangi produksi air kami, khususnya untuk layanan di utara kota,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, direksi juga memantau proses pembersihan saluran yang dilakukan secara bersama oleh tim teknis dan pegawai PDAM Makassar.

Pembersihan difokuskan pada area yang mengalami sedimentasi, penyumbatan, serta titik-titik yang terindikasi terjadi kehilangan air.

Baca Juga : Marak Pencurian Meter Air, PDAM Makassar Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan

Achmad Kamil menilai pembenahan saluran air baku menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi air menuju instalasi pengolahan sekaligus meminimalkan kehilangan debit di sepanjang jalur.

Selain melakukan pembenahan pada saluran eksisting, PDAM Makassar juga tengah mempercepat pembangunan Intake Manggala sebagai sumber tambahan air baku untuk menopang kebutuhan produksi.

Langkah tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan pasokan air baku dari Bendungan Leko Paccing, terutama saat memasuki musim kemarau.

Baca Juga : Marak Pencurian Meter Air, PDAM Makassar Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan

“Saat ini kami juga menggenjot pembangunan Intake Manggala untuk menutupi kekurangan suplai air baku. Sesuai komitmen pelaksana, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Juni 2026,” ujarnya.

Kamil Asri juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya layanan air bersih yang terjadi akibat penurunan debit air baku.

Ia menegaskan bahwa berbagai langkah pembenahan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembersihan saluran, perbaikan titik kebocoran, penertiban pengambilan air ilegal, hingga percepatan penyediaan sumber air baku baru.

Baca Juga : Marak Pencurian Meter Air, PDAM Makassar Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan

“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar. Kami terus bekerja melakukan berbagai upaya pembenahan agar pelayanan air bersih dapat kembali optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.