0%
logo header
banner dprd makassar
Rabu, 17 November 2021 11:51

Bantuan Kedaluwarsa di Dinsos Makassar Bakal Diaudit

Kantor Dinsos Makassar || ist
Kantor Dinsos Makassar || ist

Temuan ini akan menjadi perhatian serius Makassar. Karena itu, pihaknya akan melakukan audit terhadap bantuan kedaluwarsa tersebut.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyesalkan adanya bantuan kedaluwarsa di Dinas Sosial (Dinsos) Makassar.

Temuan ini, kata Danny, akan menjadi perhatian serius pemerintah kota. Karena itu, pihaknya akan melakukan audit terhadap bantuan tersebut.

“Kita tidak mau penyediaan bantuan sosial tidak berjalan dengan baik. Banyak masyarakat yang membutuhkan,” tegas Danny, Rabu (17/11).

Baca Juga : Tekan Angka Anak Jalanan, Pemkot Makassar Siapkan Aplikasi Agangku

Plt Kepala Dinsos Makassar, Muhyiddin tidak menampik persediaan bantuan sembako untuk korban bencana tahun lalu tidak tersalurkan dengan baik.

Bahkan ada 1.316 paket kadaluwarsa. Masing-masing mie instant 180 dus dan sambel 1.136 botol.

Karena itu, paket tersebut akan kembali diaudit. Sebab, belum cukup setahun bahan makanan tersebut sudah kedaluwarsa.

Baca Juga : Sambangi Tiga Longwis, Kadinsos Temukan Anak Putus Sekolah

“Barang-barang yang dibeli juga tidak cukup setahun sudah kadaluwarsa. Makanya, perlu kita audit kembali,” ujar Muhyiddin.

Dia menjelaskan barang yang disediakan ini banyak tidak tersalurkan karena saat diadakan tidak jelas peruntukan mitigasi bencananya. Kata dia, hal ini benar-benar merugikan negara.

Tidak hanya itu, dari anggaran tersebut ada sisa dana sekitar Rp17 juta. Pengadaan yang dilakukan juga tidak sesuai spesifikasi. Dia juga masih menunggu arahan pimpinan perihal pemusnahan barang tersebut.

Baca Juga : Pendekatan Persuasif Wakil Wali Kota Ingatkan Anjal-Gepeng Tak Turun ke Jalan

“Jadi kita tunggu arahakan wali kota untuk pemusnahannya, karena bahan ini harus segera dimusnahkan,” papar dia.

Melihat kondisi ini, Muhyiddin menyampaikan untuk memaksimalkan kedepan pihaknya akan membuat Perwali. Sehingga sembako tidak hanya mengacu pada bencana alam dan lainnya.

“Tetapi yang mengalami kesenjangan kesejahteraan bisa juga mendapatkan,” tutup Muhyiddin.