0%
logo header
Kamis, 01 Mei 2025 09:22

Wagub Fatmawati Sumbang Gaji Demi Atasi Stunting dan Anak Putus Sekolah di Sulsel

Wagub Fatmawati Sumbang Gaji Demi Atasi Stunting dan Anak Putus Sekolah di Sulsel

Wakil Gubenur Sulsel Fatmawati, menyumbangkan seluruh gaji bulanannya untuk penanganan stunting dan mengurangi angka anak putus sekolah.

MAKASSAR. KATABERITA.CO – Semangat perjuangan Kartini di Sulawesi Selatan tahun ini diterjemahkan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, lewat aksi nyata menyumbangkan seluruh gaji bulanannya untuk penanganan stunting dan mengurangi angka anak putus sekolah.

banner pdam

Deklarasi mengejutkan ini disampaikan Fatmawati dalam acara Semarak Hari Kartini 2025 yang digelar di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (30/4/2025).

“Gaji saya setiap bulan akan saya serahkan untuk menurunkan angka stunting dan menekan 140 ribu anak yang masih tidak sekolah di Sulsel,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga : Tekan Angka Putus Sekolah, Wali Kota Makassar Kerahkan Tim ATS Jemput Anak Kembali ke Sekolah

Fatmawati, yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Sulsel, menyerukan sinergi lintas daerah.

Ia meminta Ketua TP-PKK kabupaten/kota menyuplai data stunting yang akurat untuk mendukung intervensi langsung Pemprov selama tiga bulan ke depan di 502 lokus desa dan kelurahan.

Lebih dari sekadar seremoni, peringatan Hari Kartini menurut Fatmawati harus menghasilkan dampak nyata.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Kebut Proyek Jalan Multi Years, Progres Hertasning 63%

“Perempuan di Sulsel kini memegang banyak posisi penting. Tapi jangan hanya jadi pemanis. Gunakan jabatan untuk menebar manfaat, bukan simbol,” ucap wakil gubernur perempuan pertama di Sulsel itu.

Dalam forum itu, Fatmawati mengkritisi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama di ruang pendidikan dan rumah ibadah.

Ia bahkan menegaskan telah membahas dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terkait rencana lahirnya Peraturan Gubernur (Pergub) untuk menindak tegas pelaku, khususnya tenaga pendidik.

Baca Juga : Wagub Sulsel Tinjau Layanan Lansia di PPSLU Parepare

“Langsung dinonaktifkan. Tidak ada ampun,” tegas

Fatmawati menutup sambutannya dengan ajakan kolaboratif.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Tapi dengan tangan yang saling menggenggam, saya yakin kita bisa menjangkau yang tak terjangkau dan membawa perubahan bagi generasi Sulsel.”

Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Parepare, Wagub Sulsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Sementara itu, Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengingatkan kembali peran ibu sebagai madrasah pertama.

Ia mengimbau agar para ibu tidak sembarang menitipkan anak dan turut aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap, yang masih rendah di beberapa wilayah.

Naoemi juga menyesalkan masih adanya penolakan imunisasi oleh orang tua.

Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Parepare, Wagub Sulsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

“Tolak imunisasi berarti membuka celah penyakit. Ini tugas kita bersama, PKK harus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya. (Jie_e)