0%
logo header
Senin, 13 Maret 2023 00:57

Tingkatkan Produksi Pertanian, DP2 Lakukan Pengendalian OPT

Tingkatkan Produksi Pertanian, DP2 Lakukan Pengendalian OPT

Berbagai upaya dilakukan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar untuk meningkatkan produksi pertanian masyarakat. Salah satunya yaitu melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di beberapa area persawahan

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Berbagai upaya dilakukan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar untuk meningkatkan produksi pertanian masyarakat.

Salah satunya yaitu melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di beberapa area persawahan di Kecamatan Tamalanrea, Senin (13/3).

Beberapa areal persawahan yang dilakukan pengendalian OPT diantaranya sawah yang dikelola Kelompok Tani Cisadane, Kelompok Tani Sejahtera, dan Kelompok Tani Celebes.

Baca Juga : TP PKK Kota Makassar Galakkan Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Berkualitas

Kepala DP2 Makassar Evy Aprialti mengatakan serangan OPT mengakibatkan berkurangnya hasil produksi bahkan sampai gagal panen.

“Makanya ini kita coba kendalikan agar hasil produksi pertanian itu meningkat. Bahkan tidak gagal panen,” kata Evy Aprialti.

Sebelum kegiatan lapangan, terlebih dulu dijelaskan cara pembuatan dan arahan teknis penggungan pestisida nabati oleh penyuluh pertanian, petugas POPT Provinsi dan tenaga teknis DP2 Makassar kepada kelompok tani.

Baca Juga : Balai KIPM Tingkatkan Koordinasi dengan Pemkot Makassar, Pastikan Mutu dan Kualitas Produk Perikanan Terjamin

Kata Evy Aprialti, OPT yang menyerang dan mengancam sekira 60 ha tanaman padi kali
ini adalah Walang Sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius) pada fase brimordial bulir matang susu.

Ada juga Siput Murbai (Pomacea canaliculatc
Lamarck) merupakan hama yang sangat rakus dalam menyerang tanaman padi pada fase vegetatif.

“Salah satu pestisida nabati yang digunakan terbuat dari daun mimba atau neem oil,” ujarnya.

Baca Juga : DP2 Makassar Gelar Pasar Tani Ramadan, Jual Produk KWT

Pestisida nabati merupakan hasil ekstrasi bagian tumbuhan berupa akar, daun, batang, buah atau biji yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang bisa bersifat racun bagi hama atau penyakit.

Tanaman yang bisa dijadikan pestisida nabati adalah bawang putih, sereh, kemangi, daun pepaya, daun sirsak.

“Keunggulan pestisida nabati adalah mudah didapatkan karena bisa dibuat sendiri oleh petani, cepat terurai tidak ada residu pada lingkungan, serta memiliki toksisitas rendah sehingga aman untuk hewan dan manusia,” tutupnya.