MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kian mantap menyelengarakan pembelajaran tatap muka pasca menerapkan PPKM Level II.

Rapat koordinasi persiapan pembelajaran tatap muka untuk jenjang pendidikan SMP se-Kota Makassar, sudah dilaksanakan, beberapa waktu lalu.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tidak ingin gegabah membuka pembelajaran tatap muka meski status PPKM sudah mengizinkan. Sehingga menurut dia, perlu melihat pandangan sejumlah pihak.
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
Mulai dari Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Dewan Pendidikan Kota Makassar, Epidemolog, Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, DPRD Makassar, dan Forkopimda.
“Jadi kita mulai 4 Oktober untuk simulasi,” singkat Danny.
Danny menjelaskan, simulasi pembelajaran tatap muka dilakukan dengan mengambil sekolah percontohan di seluruh kecamatan. Masing-masing kecamatan satu sekolah negeri dan satu swasta.
Baca Juga : Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Fokus pada Kualitas dan Peran Sosial
“Rombelnya juga kita batasi, misalnya dalam satu hari cuma dua jam pelajaran,” papar dia.
Menurut dia, yang paling penting dalam simulasi tersebut yakni monitoring. Tujuannya untuk memastikan peserta didik yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka dalam kondisi sehat. Monitoring awal akan dilakukan melalui swab antigen.
“Kemudian per minggu kita akan monitoring melalui tes GeNose, untuk mengecek kesehatan paru-paru mereka, dan setiap satu bulan kita swab antigen,” ujar dia.

