0%
logo header
Kamis, 02 November 2023 20:31

Sahruddin Said Dengar Curhat Soal Insentif Guru Mengaji Hingga Lampu Jalan di Rappokalling

Sahruddin Said Dengar Curhat Soal Insentif Guru Mengaji Hingga Lampu Jalan di Rappokalling

Anggota DPRD Makassar Sahruddin Said Beri Penjelasan ke Warga Rappokalling saat Reses Pertama Masa Persidangan Pertama, Kamis (2/11)

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Anggota DPRD Makassar, Sahruddin Said mendengar curhatan masyarakat mengenai persoalan insentif guru mengaji hingga lampu jalan. Aspirasi ini akan diperjuangkan saat pelaksanaan Paripurna di DPRD Makassar.

banner pdam

Hal itu terlihat saat Sahruddin Said menggelar Reses Pertama Masa Persidangan Pertama tahun sidang 2023-2024. Salah satu titiknya di Jalan Regge 2 Lorong 8, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kamis (2/11).

Banyak masalah yang disampaikan warga Rappokalling ke Saharuddin Said. Misalnya insentif guru mengaji, pembenahan drainase, pengadaan lampu jalan, dan pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Makassar Keluarkan Keputusan untuk Dua Anggota Dewan

Seperti yang disampaikan Ketua RW 002, Nur Rahma. Ia meminta adanya lampu jalan mengingat sejumlah lorong masih minim penerangan.

“Lampu jalan pak terutama di lorong wisata,” kata Nur Rahma kepada Saharuddin Said.

Begitu juga yang disampaikan Syaifullah. Ia mempertanyakan soal sistem pencairan insentif guru mengaji hingga pemandi jenazah.

Baca Juga : APBD 2026 Diketok Rp5,175 Triliun, Stadion Untia, TPA Antang dan Jembatan Barombong Masuk Prioritas

“Itu kapan dicairkan pak, apakah sekali setahun atau setiap bulan,” ujarnya.

Sahruddin Said mengatakan pengadaan lampu jalan saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah kota. Hanya saja pemasangan secara bertahap.

“Lagi dikerjakan tiangnya setelah itu dipasang. Semua wilayah itu dipasangkan sekarang. Yang saya dengar itu di Kecamatan Mamajang dulu, mungkin bulan depan baru di sini,” ujar Ajid–sapaan akrabnya.

Baca Juga : Panja Banggar DPRD Makassar Sebut APBD 2026 Butuh Pendekatan Agresif

Untuk insentif guru mengaji, kata Ajid, pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun, mereka tetap digaji setiap bulan.

“Dulu itu dicairkan sekali setahun kemudian berubah enam bulan sekali tapi saya perjuangkan itu sudah tiga bulan sekali. Tidak bisa setiap bulan karena uangnya tidak ready,” katanya.

Begitu juga dengan masalah lainnya seperti pelayanan kesehatan bagi usia lanjut (lansia). Ia meminta warga untuk memanfaatkan layanan program Dottorot’ta milik pemerintah kota.

Baca Juga : Dewan Makassar Terima Audiensi Mahasiswa Terkait Persoalan Pertanahan

“Hubungiki 112 ada itu layanan pakai mobil Dottoro ta, belum cukup sebulan diluncurkan. Nanti mereka datang kesini periksa kesehatan ta,” tukasnya.

Turut hadir Lurah Rappokalling, Salma yang diwakili oleh stafnya. Ia meminta agar warga tidak sungkan untuk menyampaikan aspirasi. (*)