MAKASSAR, KATABERITA.CO – DPRD Kota Makassar resmi mulai menempati kantor sementara di kompleks Perumnas Regional VII, Senin (6/10), setelah insiden kebakaran yang melanda kantor sebelumnya.

Meski dalam kondisi serba terbatas, pelayanan administrasi dan kegiatan kedewanan dipastikan tetap berjalan.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan, pemindahan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Sekretariat DPRD dengan pihak Perumnas.
Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Makassar Keluarkan Keputusan untuk Dua Anggota Dewan
“Alhamdulillah, sesuai perjanjian kerja sama kami dengan Perumnas, yang juga merupakan BUMN, kami akan segera melakukan perjanjian sewa menyewa. Sebelumnya sudah dituangkan dalam berita acara perjanjian,” kata Andi Rahmat, Senin (6/10).
Rahmat–sapaan akrabnya–menjelaskan, kondisi perkantoran saat ini masih jauh dari ideal. Beberapa perabot yang berhasil diselamatkan dari kantor lama sementara dimanfaatkan kembali. Namun, keterbatasan perangkat elektronik menjadi tantangan tersendiri.
“Mungkin mobilernya yang bisa dimanfaatkan, yang masih bisa diselamatkan sedikit-sedikit itu kita masih pakai di dalam kondisi yang sekarang. Khusus perangkat elektronik karena memang di APBD pokok ada beberapa belanja elektronik kita yang notabene adalah pengadaan komputer yang memang kita belum adakan,” ujarnya.
Baca Juga : APBD 2026 Diketok Rp5,175 Triliun, Stadion Untia, TPA Antang dan Jembatan Barombong Masuk Prioritas
Meski demikian, sisa perabot tersebut tetap membantu dalam upaya memaksimalkan pelayanan di DPRD Makassar, khususnya dalam aspek penanganan administrasi, meskipun volumenya tidak terlalu besar
Rahmat menambahkan, saat ini, proses pembenahan sedang dioptimalkan. Diharapkan seluruhnya dapat rampung dalam minggu ini, bersamaan dengan penetapan APBD Perubahan, sehingga pihaknya dapat segera melaksanakan administrasi yang berkaitan dengan pengadaan perabot kantor.
“Yang kita butuh dalam waktu dekat ini pengadaan meja dan kursi. Kita lihat tadi kondisi staf di beberapa bagian, mau tidak mau dia harus duduk melantai untuk sementara, karena memang kondisinya begini tapi saya kira ini tidak menyurutkan kinerja kita,” tukasnya.
Baca Juga : Panja Banggar DPRD Makassar Sebut APBD 2026 Butuh Pendekatan Agresif
Ia memastikan, seluruh anggota DPRD saat ini juga sudah berkantor di ruang komisi. Meski demikian, pihak sekretariat belum bisa menghadirkan kantor sendiri untuk masing-masing anggota dewan sebagaimana pada gedung lama.
“Saya kira gabung dengan ruang komisi, lorong komisi ini sudah mencakup seluruh anggota dewan di dalam. Mau tidak mau itu dulu kita laksanakan. Karena untuk memaksimalkan ruang-ruang pribadi untuk anggota dewan saya kira kondisi sekarang kita harus maklumi, itu belum kita bisa penuhi,” ujarnya.
Menurutnya, dalam minggu ini pihaknya menargetkan seluruh penataan ruang selesai, bersamaan dengan pembahasan APBD Perubahan 2025 yang akan mendukung pengadaan sarana tambahan.
Baca Juga : Dewan Makassar Terima Audiensi Mahasiswa Terkait Persoalan Pertanahan
“Mudah-mudahan minggu ini pembenahan rampung dan APBD Perubahan sudah disahkan, supaya bisa langsung dilakukan pengadaan mobiler yang baru,” pungkasnya. (*)

