0%
logo header
Senin, 25 Juli 2022 10:38

Menko PMK Lirik Budidaya Maggot BSP Pacerakkang Makassar

Rapat koordinasi persiapan kunjungan Menko PMK Muhadjir Effendy di Balai Kota Makassar, Senin (26/7)
Rapat koordinasi persiapan kunjungan Menko PMK Muhadjir Effendy di Balai Kota Makassar, Senin (26/7)

Menteri Bidang Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada 26 Juli 2022.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Menteri Bidang Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/7) besok.

banner pdam

Salah satu yang dikunjungi yakni Bank Sampah Pusat (BSP) di Pacerakkang Kecamatan Biringkanayya.

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi memimpin rapat persiapan kunjungan Menko PMK, di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (25/7).

Baca Juga : Program PESONA Paropo Jadi Percontohan Pemilahan Sampah di Makassar

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Aryati Puspasari Abadi dan Camat Biringkanayya Benyamin B Turupadang.

Fatmawati menyampaikan pemerintah kota terus mematangkan persiapan menyambut kedatangan Menko PMK Muhadjir Effendy.

“Insya Allah kami dari pemerintah kota sudah siap mendampingi Pak Menteri, dan lokus yang akan dikunjungi sudah kita siapkan,” kata Fatma.

Baca Juga : Jelang 17 Agustus, Wali Kota Makassar Ajak Warga Merdeka dari Sampah

Kepala DLH Makassar Aryati Puspasari Abadi mengatakan Menteri PMK Muhadjir Effendy rencananya akan mengunjungi BSP di Pacerakkang Kecamatan Biringkanayya.

Informasi itu berdasarkan surat resmi yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup dari Kementrian PMK.

“Jadi Pak Menteri nanti akan berkunjung ke sana (BSP Pacerakkang) untuk melihat bagaimana Bank Sampah di Kota Makassar melakukan budidaya maggot,” ungkap Puspa.

Baca Juga : Diresmikan Menko PMK Muhajir Efendi, Danny Pomanto Apresiasi Gedung Baru Universitas Terbuka Pakai Solar Panel Dukung Low Carbon City

Kata Puspa, sapaannya – budidaya maggot yang berasal dari Black Soldier Flies (BSF) atau lalat hitam sudah dikembangkan oleh BSP Pacerakkang sebagai percontohan.

Menurutnya, budidaya maggot merupakan solusi untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga. Sebab maggot akan mereduksi sampah sisa-sisa makanan.

Dia menjelaskan peralatan dalam budidaya maggot di BSP Pacerakkang sangat lengkap dan sudah terintegrasi.

Baca Juga : Inovasi DP2 Makassar Soal Low Carbon, Pasang Panel Surya pada Kelompok Pembudidaya Ikan

Sehingga pemeliharaannya mulai dari telur, larva, pre pupa, pupa hingga menjadi lalat dewasa bisa di lihat di sana.

“Di sana ada juga mesin untuk mengekstraksi larva maggot menjadi minyak esensial yang baik untuk kecantikan dan pengobatan. Jadi di sana itu kita sudah bisa mellihat bagaimana siklus pemeliharaan maggot,” jelasnya

Selain di BSP Pacerakkang, budidaya maggot juga sudah mulai dikembangkan di Bank Sampah lainnya di Kota Makassar. Seperti di Untia.

Baca Juga : Inovasi DP2 Makassar Soal Low Carbon, Pasang Panel Surya pada Kelompok Pembudidaya Ikan

“Jadi dibeberapa bank sampah lain itu kita sudah kembangkan, cuma memang untuk perlengkapan itu paling lengkap dan pengelolaan yang paripurna itu di BSP Pacerakkang,” tutupnya.