0%
logo header
Kamis, 15 Mei 2025 12:20

Meity Rahmatia: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Jantung Ekonomi, Bukan Proyek Elit

Meity Rahmatia: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Jantung Ekonomi, Bukan Proyek Elit

Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, Politisi PKS asal Sulawesi Selatan itu menyambut baik langkah cepat pemerintah.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah terus tancap gas dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih.

banner pdam

Target ambisius pun dipasang 80 ribu koperasi terbentuk dalam waktu empat hari, sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan pemerataan ekonomi nasional.

Namun, di tengah gempita percepatan ini, peringatan datang dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia. Politisi PKS asal Sulawesi Selatan itu menyambut baik langkah cepat pemerintah, namun mengingatkan agar program ini tidak mengulang kegagalan koperasi di masa lalu.

Baca Juga : Sukseskan Program Presiden Prabowo, Diskop Makassar Agendakan Retreat Pengurus Koperasi Merah Putih

“Kita pernah belajar dari tumbangnya KUD di masa lampau. Banyak yang gagal karena koperasi hanya jadi proyek, bukan gerakan rakyat. Jangan sampai Koperasi Merah Putih nasibnya sama,” ujarnya, Rabu (14/5).

Program Koperasi Merah Putih kini dibuka untuk umum melalui laman resmi https://merahputih.kop.id/daftar. Masyarakat bisa mendaftar dengan mengikuti sembilan langkah verifikasi, termasuk unggah dokumen musyawarah dan pemilihan notaris resmi dari daftar NPAK. Setiap koperasi yang sah akan mendapatkan domain digital “.kop.id”.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menyebut skema ini mampu memproses hingga 24.000 pendaftaran dalam dua hari.

Baca Juga : Pemkot Makassar Pastikan Koperasi Merah Putih Dibentuk Secara Transparan

“Jalur kilat ini realistis mencapai target 80 ribu koperasi dalam empat hari,” jelasnya.

Meski mendukung, Meity tetap memberi catatan tajam. “Cepat boleh, tapi jangan asal jadi. Kita butuh koperasi yang hidup, bukan sekadar nama di sistem,” ujarnya.

Program ini disusun dengan tiga pendekatan utama, mendirikan koperasi baru, mengembangkan koperasi yang sudah aktif, dan merevitalisasi koperasi yang tidak aktif. Fokusnya menjangkau seluruh wilayah, termasuk pesisir dan daerah pinggiran kota.

Baca Juga : Makassar Tuntaskan Pembentukan 153 Koperasi Merah Putih

Meity menyambut baik desain program ini. Namun, ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan koperasi bukan hanya pada struktur, tapi budaya.

“Koperasi sejati itu dibangun oleh dan untuk anggotanya. Jangan sampai dikuasai elite atau pihak luar yang hanya mengejar keuntungan,” pesannya.

Salah satu nilai tambah program ini adalah integrasi digital koperasi secara nasional. Bagi Meity, sistem digitalisasi memang penting untuk transparansi dan akuntabilitas. Namun ia mengingatkan, sistem secanggih apapun tetap membutuhkan penguatan di lapangan.

Baca Juga : Kholid Soroti Ekonomi Global, Minta Kebijakan Impor Lebih Selektif

“Jangan biarkan warga bingung sendiri menghadapi sistem. Pendampingan mutlak diperlukan agar koperasi benar-benar berjalan dan memberdayakan,” ucapnya.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyatakan komitmennya. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, memastikan pembentukan Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh desa dan kelurahan.

“Sulsel sangat mendukung program ini sebagai bagian dari misi Indonesia Emas 2045. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskannya,” kata Fatmawati.

Baca Juga : Kholid Soroti Ekonomi Global, Minta Kebijakan Impor Lebih Selektif

Ia pun mengapresiasi Kabupaten Takalar, yang sukses menyelesaikan pembentukan koperasi di seluruh wilayahnya.

“Takalar menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi, target ambisius ini bisa tercapai,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Meity menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih harus dijalankan sebagai instrumen transformasi ekonomi rakyat.

Baca Juga : Kholid Soroti Ekonomi Global, Minta Kebijakan Impor Lebih Selektif

“Ini bukan soal angka, tapi soal harapan. Jika dikelola serius, kita sedang membangun ulang jantung ekonomi bangsa,” tegasnya.

Ia berharap, koperasi tidak lagi menjadi alat politik sesaat, tapi benar-benar menjadi rumah besar rakyat Indonesia. (Jie_e)