0%
logo header
Kamis, 22 Mei 2025 16:33

Makassar Siap Beralih Ke Pengelolaan Sampah Berkelanjutan berkelanjutan

Makassar Siap Beralih Ke Pengelolaan Sampah Berkelanjutan berkelanjutan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Menyambut Peluang ini dengan Antusias.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kota Makassar kini bersiap untuk melakukan lompatan besar dalam pengelolaan sampah dengan memanfaatkan program nasional Indonesia Sustainable Waste Management Program (ISWMP), yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

banner pdam

Hal ini terungkap dalam pertemuan strategis antara Pemkot Makassar dan Tim Pemantau serta Evaluasi Proyek Strategis Kementerian PU, Kamis (22/5/2025).

Komang Raka, perwakilan tim kementerian, menyebut bahwa Makassar termasuk kota besar yang selama ini belum tersentuh oleh program pengelolaan sampah skala besar yang sudah berjalan cukup lama. Padahal, ISWMP dirancang untuk mendukung kota-kota industri dengan kapasitas pengolahan minimal 100 ton sampah per hari dan nilai investasi mencapai Rp100 miliar per lokasi.

Baca Juga : Munafri Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Nelayan dalam Diklat Pelayaran

“Makassar belum memanfaatkan program ini. Kami masih menunggu kesiapan dari pemerintah daerah,” ujar Komang saat presentasi di Kantor Wali Kota Makassar.

Menurutnya, program ini menuntut kesiapan lokasi Pengolahan Sampah Terpadu (PTST) dengan syarat teknis khusus. Output-nya adalah sistem pengelolaan berbasis circular economy, yang mampu mengubah sampah menjadi energi atau produk bernilai ekonomis. Teknologi yang ditawarkan pun fleksibel: mulai dari briket, BBM, hingga daur ulang mobil.

“Residu bisa ditekan hingga nol persen, meskipun dalam praktiknya disepakati maksimal 12 persen karena potensi limbah B3 atau medis,” jelas Komang.

Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Pemkot Makassar Dorong Konsistensi Kinerja OPD

Sejumlah kota seperti Depok, Bandung, Indramayu, Bali, dan Padang telah lebih dulu mendapat kucuran dana minimal Rp100 miliar untuk menjalankan ISWMP. Sementara untuk Makassar, koordinasi teknis segera dilakukan bersama Balai Wilayah untuk meninjau kebutuhan dan kesiapan lapangan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut peluang ini dengan antusias. Ia mengungkapkan bahwa TPA di Makassar saat ini menghadapi lonjakan sampah yang sangat tinggi, sementara delapan unit Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang ada tidak lagi berfungsi.

“Penumpukan ini sudah sangat mendesak. Kita butuh solusi sistematis, dan program ini adalah peluang nyata,” tegas Munafri.

Baca Juga : DLH Makassar Tancap Gas, TPA Antang Disiapkan Menuju Sanitary Landfill

Ia juga menyinggung program Waste to Energy (WTE) dari pemerintah pusat yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan di Makassar. Untuk itu, Munafri berencana meminta waktu khusus kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membahas masa depan proyek ini.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa disamakan dengan eksplorasi sumber daya alam. Risiko kebakaran dan kompleksitas teknis memerlukan pendekatan khusus. Lokasi pembangunan fasilitas pun harus memenuhi syarat, seperti dekat sumber air dan gardu listrik, mengingat daya hasil olahan diperkirakan bisa mencapai 20 megawatt.

Munafri menekankan, apabila Power Purchase Agreement (PPA) dari proyek PLTSa sudah diteken, maka tinggal menunggu pelaksanaan. Namun jika belum, Pemkot akan melakukan negosiasi ulang agar proyek tetap sejalan dengan kebutuhan daerah.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming Terintegrasi, Libatkan Warga hingga Komunitas Lorong

“Volume sampah di Makassar mencapai 1.000 ton per hari. Baik yang baru maupun yang lama. Ini harus kita kelola terpadu. Maka dengan dukungan pusat, kita ingin rumuskan pembangunan TPA yang tepat, efisien, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan keterlibatan langsung Kementerian PU dan dorongan aktif dari Pemkot, harapan untuk mempercepat reformasi pengelolaan sampah di Makassar kini semakin nyata. (Jie_e)