MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota Makassar siap meluncurkan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026.

Program ini menyasar 33.000 peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan total 66.000 pasang seragam yang akan dibagikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengungkapkan bahwa program ini diperuntukkan khusus bagi siswa baru di kelas 1 SD dan kelas VII SMP yang bersekolah di sekolah negeri.
Baca Juga : Munafri Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Nelayan dalam Diklat Pelayaran
“Untuk SD, siswa akan menerima dua pasang seragam putih-merah. Sementara untuk SMP, dua pasang seragam putih-biru,” jelasnya kepada media, Rabu (14/5).
Sebanyak 314 SD dan 55 SMP se-Kota Makassar menjadi sasaran program ini, dengan pagu anggaran sebesar Rp11 miliar. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meringankan beban biaya pendidikan orang tua dan meningkatkan semangat belajar anak-anak.
Namun program ini tak sekadar soal bantuan pendidikan. Pemkot juga menjadikannya sebagai peluang untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya penjahit lokal.
Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Pemkot Makassar Dorong Konsistensi Kinerja OPD
“Kami akan menggandeng penjahit di sekitar sekolah agar bisa ikut memproduksi seragam. Ini bukan hanya program sosial, tapi juga ekonomi kerakyatan,” tambah Andi Bukti.
Untuk memperkuat aspek pengadaan dan menjamin pelibatan UMKM, tim Pemkot Makassar akan bertolak ke Jakarta guna memfinalisasi skema pengadaan barang melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sejak awal menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap program prioritas Pemkot. Dalam Rapat Koordinasi Lingkup Pemkot pada 8 April 2025, ia telah menginstruksikan Dinas Koperasi untuk mendata penjahit lokal di sekitar sekolah yang akan dijadikan mitra.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming Terintegrasi, Libatkan Warga hingga Komunitas Lorong
“Anak tinggal datang, ukur badan, dan seragam akan dijahit langsung oleh penjahit di sekitar sekolah. Ini cara kita menghidupkan ekonomi masyarakat,” tegas Munafri.
Dengan waktu yang kian mendekati masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Pemkot menargetkan distribusi seragam tuntas sebelum tahun ajaran dimulai. Selain manfaat langsung bagi siswa, program ini juga diharapkan menjadi stimulus nyata bagi UMKM di tengah kota yang terus berbenah menuju kesejahteraan inklusif. (Jie_e)

