MAKASSAR, KATABERITA.CO — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mencuri perhatian dalam International Conference on Public Administration yang digelar di Hotel Unhas, Kamis (22/5/2025).

Dalam forum internasional yang mempertemukan pemimpin daerah, akademisi, dan praktisi kebijakan publik dari berbagai negara ini, Munafri menegaskan pentingnya membangun kota dengan pendekatan partisipatif dan data yang valid.
“Semua yang kami kerjakan berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan asumsi,” kata Munafri dalam sesi pemaparannya.
Baca Juga : Munafri Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Nelayan dalam Diklat Pelayaran
Ia menyampaikan bahwa program pembangunan Makassar disusun jauh sebelum kontestasi Pilwalkot, berdasarkan hasil penjaringan aspirasi warga dari berbagai lapisan.
Dalam forum yang diinisiasi oleh DPP Indonesian Association for Public Administration (IAPA) bersama Universitas Hasanuddin itu, Munafri menggambarkan arah baru tata kelola Makassar yang lebih inklusif dan inovatif.
“Kami ingin menjadikan Makassar sebagai kota terbuka, kolaboratif, dan mampu bersaing di level global,” ujarnya.
Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Pemkot Makassar Dorong Konsistensi Kinerja OPD
Digitalisasi layanan publik menjadi sorotan utama. Ia menyinggung satu aplikasi terpadu yang akan diluncurkan dalam waktu dekat dan digadang-gadang menjadi pusat semua urusan warga, mulai dari informasi, bantuan sosial, hingga pengaduan.
“Solusinya adalah platform digital yang mengintegrasikan semua layanan. Kami beri nama Makassar SuperApps, dan akan kami luncurkan dalam tiga bulan ke depan,” tegasnya.
Munafri juga membahas pentingnya investasi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan Makassar berjalan positif, namun masih dibutuhkan mitra strategis agar kemajuan itu merata.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming Terintegrasi, Libatkan Warga hingga Komunitas Lorong
“Kami punya laju pertumbuhan yang baik, tapi untuk mempercepatnya, kami membutuhkan kehadiran investor,” ujarnya.
Tak hanya soal ekonomi, ia turut menyoroti sektor pelayanan publik dan pendidikan. Ia menyebut Makassar Government Center sebagai contoh konkret layanan berbasis keterbukaan yang bisa diakses warga kapan saja.
Namun, Munafri juga tidak menutupi sejumlah tantangan. Ia menyebut masih ada ketimpangan infrastruktur dan minimnya keterpaduan sistem informasi di lingkungan birokrasi.
Baca Juga : Lewat Syawalan, Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Kota
“Kita belum sepenuhnya terintegrasi, baik dari sisi infrastruktur maupun informasi. Ini pekerjaan rumah yang sedang kami benahi,” katanya.
Konferensi ini menjadi panggung kolaborasi pengetahuan global, menghadirkan sejumlah tokoh ternama seperti Prof. Gi Heon Kwon dari Korea Selatan, Prof. Alex Brillantes dari Filipina, Prof. Jose Chen dari Taiwan, hingga Prof. Lili Pang dari Singapura. Munafri tampil sebagai satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang menjadi pembicara utama bersama Prof. Agus Pramusinto dari UGM.
“Forum ini membuka ruang belajar dan kerja sama lintas negara. Dan Makassar siap menjadi bagian dari jejaring kota maju di Asia,” tutupnya. (Jie_e)

