0%
logo header
Jumat, 07 Februari 2025 20:58

Langganan Banjir, Hartono Minta Pemerintah Perhatikan Kampung Romang Tangaya

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono
Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Hartono meminta pemerintah kota untuk memberi atensi terhadap banjir parah yang kerap melanda beberapa daerah di Kecamatan Manggala, khususnya di Kampung Romang Tangaya, Kelurahan Tamangapa.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Hartono meminta pemerintah kota untuk memberi atensi terhadap banjir parah yang kerap melanda beberapa daerah di Kecamatan Manggala, khususnya di Kampung Romang Tangaya, Kelurahan Tamangapa.

banner pdam

Hal tersebut disampaikan legislator dari Fraksi PKS itu melakukan kunjungan kerja di lokasi tersebut belum lama ini.

Dari hasil kunjungannya, Hartono menyimpulkan bahwa banjir yang sering melanda Manggala adalah kiriman dari Sungai Sambe yang berada di Kampung Romang Tangaya.

Baca Juga : Komisi C DPRD Makassar Jadwalkan Ulang RDP Usai Manajemen PT GMTD Absen

“Banjir yang selama ini begitu parah melanda kita di Kecamatan Manggala dan terus di Kelurahan Manggala blok 10, blok, 8, dan 6 yang begitu parah selama ini ternyata salah satu penyebabnya adalah pendangkalan Sungai Sambe,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian PU dapat menginisiasi pengerukan dan pembangunan tanggul di Sungai Sambe agar dapat meminimalkan limpasan air sungai yang berdampak pada banjir di daerah Manggala.

“Karena ternyata banjir itu adalah limpasan air dari sungai Sambe. Nah itu kita berharap dilakukan pengerukan kemudian dibangun tanggul. Maka itu akan mengurangi dan bahkan ini secara signifikan mengurangi banjir yang ada di blok 10,” ucap Hartono.

Baca Juga : BPBD Makassar Pantau Titik Rawan Banjir di Katimbang, 14 KK Mengungsi

Hartono juga mengungkapkan kondisi geografis yang buruk saat banjir melanda Kampung Romang Tangaya. Katanya, dari jembatan Kajenjeng menuju daerah tersebut berjarak kurang lebih 2,5 km.

Jika musim hujan tiba dan banjir melanda, maka masyarakat hanya bisa menuju ke Kampung Romang Tangaya dengan menggunakan perahu.

Hal paling memprihatinkan bagi Hartono adalah akses anak-anak untuk ke sekolah sangat terbatas jika banjir melanda.

Baca Juga : Dewan Makassar Sorot Kinerja BUMD

“Banyak anak-anak sekolah kita yang setiap pagi itu lalu lalang untuk pergi dan pulang sekolah. Kendalanya adalah kita tidak punya alat transportasi yang memadai yang bisa mengangkut mereka bolak balik dari sekolah,” ujarnya.

Olehnya itu, ia berharap ada bantuan perahu dari pemerintah kota untuk warga di Kampung Romang Tangaya. Masyarakat membutuhkannya sebagai alat transportasi jika banjir melanda daerah tersebut.

“Karena itu masyarakat minta mudah-mudahan ini menjadi atensi kita semua untuk diadakan minimal satu perahu berikut dengan mesinnya yang bisa standby di Kampung Romang Tangaya yang bisa mengangkut anak sekolah kita pergi dan pulang sekolah,” ujarnya.