MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar menyemprotkan larutan Eco Enzyme di tumpukan sampah TPA Tamangapa, Kamis (4/5).

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi bau menyengat yang keluar akibat pembukaan akses jalan tengah di TPA Tamangapa.
DLH Makassar bekerja sama dengan International Nature Loving Association (INLA) Sulawesi Selatan dan Dinas Pemadam Kebakaran Makassar.
Baca Juga : Munafri Gerakkan RT/RW Kelola Sampah dari Sumber, Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi Lingkungan Terbaik
Kepala DLH Makassar Ferdy menyampaikan tujuan penyemprotan ini untuk meminimalisir bau sampah yang ditimbulkan akibat pembenahan akses jalan yang tertimbun sampah.
Sebab salah satu fungsi larutan Eco-Enzyme yaitu sebagai larutan pembersih, penyaring udara, dan menetralisir bau tidak sedap dari sampah.
Sebanyak 20 liter larutan Eco Enzyme dilarutkan dengan 16.000 liter air bersih dan disemprotkan menggunakan mobil pemadam kebakaran.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tegaskan Tanah Urug TPA Antang Berasal dari Tambang Berizin
Ia menjelaskan larutan Eco-Enzyme merupakan larutan atau cairan multifungsi yang dihasilkan melalui proses fermentasi dari campuran sisa sampah organik (buah-buahan dan sayuran), gula merah tebu (molase), dan air.
Warnanya kecoklatan (muda/tua) dan berbau asam manis seperti bau khas fermentasi.
Lebih lanjut, Ferdy mengatakan larutan Eco-enzyme sangat mudah dibuat dan ini merupakan salah satu program dari DLH Makassar.
Baca Juga : River Screening Machine Jadi Andalan DLH Makassar pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Karenanya, DLH mengedukasi kepada masyarakat agar dapat membuat sendiri Eco Enzyme di rumah masing-masing.
“Karena selain mudah dibuat dan berfungsi sebagai cairan serbaguna, larutan Eco Enzyme juga dapat mereduksi sampah yang terbuang ke TPA salah satu bahan baku yang digunakan adalah sampah sisa buah dan sayuran,” sebutnya.
Diketahui, TPA Tamangapa Antang sedang dilakukan pengerukan jalan yang bertujuan memudahkan pembuangan sampah ke arah belakang di mana ketinggian sampah hanya mencapai kisaran 10 meter.
Baca Juga : Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Makassar Dorong Gerakan Kolektif Jaga Lingkungan
Selain melakukan pengerukan, DLH juga membenahi saluran Kolam Lindi sepanjang 500 meter akibat mengalami penimbunan sampah selama musim hujan.

