MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar melangsungkan Seminar Hasil Kegiatan Bidang Penelitian dan Pengembangan Pembangunan sub Kegiatan Pendidikan dan Kebudayaan.

Penelitian ini berjudul Etnisitas dan Integrasi dalam masyarakat Multikultural Kota Makassar. Seminar hasil penelitian berlangsung dj Ruang Rapat Sekda lt 2 Kantor Wali Kota Makassar Jl Ahmad Yani.
Seminar ini dibuka langsung oleh Kepala BRIDA Makassar Nirman Niswan Mungkasa yang dihadiri oleh peneliti dan beberapa stakeholder. Adapun Narasumber Haidil Adha dan Muhammad Amri. Tim Peneliti dipimpin
S.STP., M.AP selaku Narasumber Maya Kasmita.
Baca Juga : Kota Makassar–Palu Jajaki City to City Cooperation, Munafri: Sinergi Jadi Kunci
Kata Nirman, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program prioritas Walikota Makassar khususnya dari sisi riset dan kajian agar program berjalan terarah dan tepat sasaran.
“ini adalah tahapan seminar hasil dari penelitian dengan judul Etnisitas dan Integrasi dalam masyarakat Multikultural Kota Makassar. Diharapkan ada masukan untuk menyempurnakan penelitian ini,” ucap Nirman 27 Agustus 2024.
Kata dia, Peran Pemerintah Kota dan organisasi sosial sangat penting dalam memfasilitasi integrasi, program-program kebudayaan, dialog antar etnis, dan kebijakan inklusif dapat membantu mempromosikan harmoni dan pemahaman di antara kelompok etnis yang berbeda sehingga proses integrasi di kota ini menunjukkan bagaimana etnisitas dapat menjadi kekuatan.
Baca Juga : Gerak Cepat Dishub Makassar dan BKPSDM, Taspen Salurkan Santunan untuk Ahli Waris Petugas PJU
Selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Makassar, kata dia, dirinya mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh seluruh panitia Balitbangda Kota Makassar dengan melakukan tahapan sebagai sebuah proses ilmiah yang menjadi ciri khas sebuah penelitian. Seminar seperti ini adalah tempat yang ideal untuk berbagi ide, pengalaman, dan best practice.
“Saya berharap bahwa hasil diskusi hari ini akan menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif untuk Kota Makassar,” jelasnya. (*)

