MAKASSAR, KATABERITA.CO – Inovasi SALAMA (Sadar dan Siaga Selamatkan Makassar) yang diinisiasi BPBD Kota Makassar terus bergerak memperluas edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah.

Salah satu terobosannya adalah pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran kesiapsiagaan bencana.
Melalui simulasi berbasis VR, siswa dapat mengalami secara virtual berbagai kondisi bencana, sekaligus mempelajari langkah penyelamatan diri yang benar.
Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Edukasi Kebencanaan Lewat Outbound Anak Tangguh
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan warga.
“Anak-anak hari ini adalah generasi penyelamat di masa depan. Jika sejak sekarang mereka memahami mitigasi bencana, maka budaya sadar dan siaga bencana akan tumbuh kuat di Kota Makassar,” jelasnya.
Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya
Kegiatan edukasi ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah.
Salah seorang guru pendamping menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah kota melalui BPBD Makassar.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Makassar dan BPBD. Anak-anak sangat antusias, belajar dengan cara yang menyenangkan, dan mendapatkan ilmu penting untuk keselamatan mereka,” ungkapnya.
Baca Juga : BPBD Makassar Siapkan Langkah Antisipasi El Nino, Fokus Air Bersih dan Risiko Kebakaran
Melalui inovasi SALAMA dan pemanfaatan teknologi VR, BPBD Kota Makassar berharap edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku siap siaga yang melekat sejak dini, demi mewujudkan Makassar yang tangguh menghadapi bencana.

