MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri aksi donor darah yang digelar Kodim 1408/Makassar, di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kamis (7/8).

Aksi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah di Kota Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan.
Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya
Pria yang akrab di sapa Appi itu juga menilai skema pentahelix yang melibatkan berbagai unsur menjadi kunci menghadapi tantangan kemanusiaan, termasuk pemenuhan kebutuhan darah
“Kita tidak bisa berpikir sektoral dalam menangani kebutuhan darah. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi ini menyangkut kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama,” tegas Munafri.
Ia juga mengapresiasi Kodim 1408/Makassar yang menginisiasi kegiatan aksibdonor darah ini.
Baca Juga : Konjen Jepang Puji Kepemimpinan Munafri, Makassar Raih Kinerja Pemerintahan Terbaik Nasional
Sinergi antara TNI/Polri dan pemerintah daerah, serta masyarakat menurutnya sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus menjawab isu-isu kemanusiaan di kota dengan populasi lebih dari 1,4 juta jiwa ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim karena mampu menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Masyarakat kita peduli, tapi harus ada ruang yang difasilitasi. Ini salah satu contohnya,” tambahnya.
Munafri juga mengutip data dari PMI Sulsel yang menyebutkan bahwa kebutuhan darah di Kota Makassar mencapai sekitar 6.000 kantong per bulan, sementara di Sulsel mencapai 16.000 kantong.”
Baca Juga : Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Makassar
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan darah bukan hanya tanggung jawab PMI, melainkan juga tugas bersama. Karena itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat pola pelaksanaan donor darah secara rutin.
“Insya Allah, Pemkot Makassar akan berkontribusi lebih dari 50% dari target kebutuhan darah,” kata Appi.
Appi juga menekanakan, pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat donor darah, baik dari sisi kesehatan maupun sisi spiritual.
Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025
Potensi pendonor darah di Makassar, kata dia sangat besar, tapi pengelolaannya masih perlu dimasifkan.
“Edukasi harus diturunkan ke masyarakat secara berkelanjutan. Donor darah itu menyehatkan, dan menjadi amal ibadah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Makassar siap menata ulang sistem pendonoran darah di kota ini agar lebih sistematis dan terjadwal, sehingga aksi donor darah dapat dilakukan secara berkala.
Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025
Ke depan, ia ingin agar setiap bulan sudah ada jadwal tetap. PMI tinggal datang, dan darah bisa langsung dikumpulkan.
“Ini demi memudahkan, bukan hanya bagi PMI, tapi juga masyarakat yang ingin berdonor,” tuturnya.

