0%
logo header
banner dprd makassar
Jumat, 30 September 2022 19:34

Harry Kurnia Serukan Pengarusutamaan Gender ke Milenial

Harry Kurnia Serukan Pengarusutamaan Gender ke Milenial

Anggota DPRD Makassar Harry Kurnia Beri Sambutan dalam Acara Sosialisasi Perda Pengarusutamaan Gender, Jumat (30/9)

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Harry Kurnia Pakambanan menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengarustamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan, di Hotel Harper, Jl Perintis Kemerdekaan, Jumat (30/9).

Legislator dari Fraksi Demokrat ini menghadirkan dua narasumber dalam sosialisasi tersebut. Keduanya Tenaga Ahli Anggota DPR, Sinta Masita dan Kabag Humas DPRD Makasaar, Akbar Rasyid.

Sementara itu, peserta berasal dari kaum milenial. Mereka pun berasal dari berbagai kalangan.

Baca Juga : Desember, Mario David Optimistis Serapan Anggatan Dinas PU Makassar Meningkat

Pria yang akrab disapa Harry itu menilai kehadiran PUG sangat penting di Kota Makassar. Di mana menegaskan perihal tidak adanya perbedaan tanggung jawab dan pekerjaan antar laki-laki dan perempuan.

Selama ini, menurutnya, pekerjaan yang dikerjakan para lelaki sudah bisa dilakukan perempuan. Bahkan, ia melihat mereka punya kelebihan tersendiri.

“Dari dulu saya punya satu ada pegangan kalau perempuan lebih hebat dari kalau laki-laki,” ujar Harry.

Baca Juga : Seruduk Kantor DPRD Makassar, Begini Permintaan Eks RT/RW

PUG, kata Harry, juga mendorong perempuan untuk lebih banyak bergerak demi mendongkrak perekonomiannya. Olehnya, ia tidak lagi melihat suatu pekerjaan hanya bisa dilakukan oleh laki-laki.

“Kalau persoalan pantas tidak pantas sebenarnya lebih tidak pantas lagi kalau tidak makan. Apalagi kalau kita lihat perempuan itu lebih konsentrasi kalau kerja, lebih telaten,” tambahnya.

Untuk itu pula, Anggota Komisi D Bidang Kesra ini pun menekankan agar kesetaraan gender bisa terus digalakkan. Itu melalui penyebarluasan perda PUG.

Baca Juga : Legislator Makassar Ini Minta Walikota Evaluasi OPD Minim Serapan Anggaran, Buntut Potensi Silpa Tinggi

“Saya minta ini Perda ini bisa disebarkan ke teman-teman yang lain karena ini penting,” tutup Harry.

Sementara itu, Tenaga Ahli Anggota DPR, Sinta Masita juga menekankan kesetaraan gender memberikan ruang dan kesempatan lebih besar kepada perempuan dalam segala hal. Terkhusus mengenai pekerjaan.

“Jadi sudah tidak ada perbedaan. Kalau laki-laki bisa jadi Direktur, perempuan juga bisa,” tegasnya.

Baca Juga : Hadiri HUT Kota, Ketua DPRD Rudianto Lallo Bacakan Sejarah Makassar

Lebih lanjut, Mantan Anggota DPRD Kota Makassar ini mengatakan lahirnya perda PUG didorong oleh keresahan para perempuan. Untuk itu, ia mengajak agar laki-laki tidak lagi memandang bulu seorang perempuan.

“Jadi yang mesti kita tahu yang membedakan itu hanya kodratnya. Seperti perempuan bisa hamil tetapi lelaki tidak. Urusan kerjaan itu sama,” tambah Sinta.

Terakhir, Kabag Humas DPRD Makasaar, Akbar Rasyid mengaku perda ini sudah tepat didorong oleh perempuan untuk terbit. Ia juga melihat bahwa perempuan sudah punya kesempatan yang sama terkhusus dalam pekerjaan.

Baca Juga : Hadiri HUT Kota, Ketua DPRD Rudianto Lallo Bacakan Sejarah Makassar

“Kita lihat mi sekarang, banyak mi anggota dewan ta yang perempuan. Karena memang dia lebih telaten, itu yang saya lihat,” kata Ocha–sapaan akrabnya.

Apabila ada masukan terkait perda ini, Ocha mengatakan bahwa DPRD Makassar telah meluncurkan aplikasi Ajamma. Didalamnya pun masyakarat bisa memberikan masukan atau saran perihal PUG ini.

“Kita sekarang punya aplikasi jadi tinggal kacca-kacca saja hape ta, cariki di Google. Masukan ta ini langsung disampaikan ke anggota dewan ta,” tukas Ocha. (*)