MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi kembali melakukan grebek stunting di dua puskesmas, Sabtu (4/3)

Keduanya yakni Puskesmas Maccini Sawah dan Puskesmas Bara-Barayya.
Fatmawati Rusdi menyampaikan grebek stunting merupakan gerakan cegah resiko stunting,dan merupakan agenda rutin setiap pekan.
Baca Juga : Wagub Sulsel Tinjau Layanan Lansia di PPSLU Parepare
Ia menyebut ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab tumbuh kembang anak tidak optimal sehingga mengakibatkan stunting.
“Seperti kurangnya asupan gizi, terjadi infeksi secara berulang, itu dapat menjadi penyebab terjadinya stunting,” ungkap Fatmawati Rusdi.
Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan orang tua agar dapat secara rutin melakukan pemeriksaan di posyandu dan puskesmas, sejak masa kehamilan.
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Parepare, Wagub Sulsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
Grebek stunting ini menghadirkan orang tua yang memiliki anak dengan tinggi ataupun berat badan
kurang dari seharusnya, dan diberikan pembagian makanan tambahan.
Selain itu, bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK), Fatmawati Rusdi juga membagikan telur untuk anak stunting, untuk selanjutnya dimonitoring perubahan dan pertumbuhannya ke depan.
“Untuk pemberian telur akan dilakukan oleh TPK, dibagikan setiap minggunya, dan memastikan telur tersebut diberikan kepada anak stunting,” lanjutnya.
Baca Juga : Wawali Makassar Tekankan Pentingnya Daya Saing UMKM di Trade Expo 2025
Dalam kesempatan tersebut Plt Kepala Puskesmas Maccini Sawah, Khairul Risal melaporkan cakupan pelayanan di wilayahnya ada tiga kelurahan.
Yakni Kelurahan Maccini Parang, Maccini Gusung, dan Maccini Sawah.
“Dari ketiga kelurahan tersebut, terdapat sebanyak 17 anak yang memiliki berat badan kurang, dan pendek,” ujar Khairul.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Ajak Pramuka Jadi Pelopor Anti-Bullying di Sekolah
Kepala Puskesmas Bara Baraya, dr Sophia Qadarsih juga melaporkan terdapat 56 kasus stunting untuk enam kelurahan, yang merupakan wilayah cakupan Puskesmas Bara-Baraya.

