0%
logo header
Rabu, 05 Juni 2024 17:21

Gelar Kundapil, Andi Pahlevi Paparkan Progres Infrastruktur di Dapil 2 Makassar

Oplus_0
Oplus_0

Suasana Kundapil Anggota DPRD Makassar Andi Pahlevi di Dapil 2, Rabu (5/6)

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi memaparkan sejumlah perkembangan atau progres infrastruktur yang ada saat ini. Terkhusus di daerah pemilihannya.

banner pdam

Demikian disampaikan Andi Pahlevi saat menerima warga pada kunjungan dapil, di Diandra Cafe, Jalan Pandang Raya, Rabu (5/6).

Khusus di dapil 2, kata anggota DPRD Makassar fraksi Gerindra itu mengatakan pengerjaan drainase hingga lorong wisata sudah berjalan. Ia memastikan semuanya akan rampung sesuai jadwal.

Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Makassar Keluarkan Keputusan untuk Dua Anggota Dewan

“Saya pantau tadi sudah ada dikerjakan ada lorong wisata, drainase dan ada beberapa lainnya,” katanya.

Adapun pengerjaan lainnya di beberapa wilayah tetap akan dipantau. Ia mengatakan setelah itu akan dilaporkan ke pemerintah kota.

“Kita bisa sampaikan ke pemerintah kota bahwa kegiatan yang ada sudah sampai. Ada evaluasinya, ada laporannya,” kata legislator dari Fraksi Gerindra ini.

Baca Juga : APBD 2026 Diketok Rp5,175 Triliun, Stadion Untia, TPA Antang dan Jembatan Barombong Masuk Prioritas

“Yang jelas kegiatan fisik yang sudah ada di pokok itu dijalankan yang kita mau tunggu realisasinya bagaimana nanti,” pungkasnya.

Andi Pahlevi tak menampik masalah yang ada di wilayahnya adalah Infrastruktur. Ia pun mengaku senang wilayahnya sudah dapat pengerjaan.

“Memang semua masalah di kelurahan itu hampir sama yah, namun Alhamdulillah sudah ada beberapa yang dikerjakan,” ujarnya.

Baca Juga : Panja Banggar DPRD Makassar Sebut APBD 2026 Butuh Pendekatan Agresif

Andi Pahlevi berharap peran masyarakat juga ada dalam pembangunan. Salah satu contohnya dengan tidak menghalangi pengerjaan Infrastruktur yang sudah jadi prioritas.

“Seperti septic tank itu kan sudah mau dibuat tapi kita kendala di lahan, jadi ini kami butuh partisipasi warga jika memang ada tanah yang bisa dijadikan septic tank,” tukasnya. (*)