0%
logo header
banner dprd makassar
Minggu, 05 Desember 2021 19:37

Enam Kelurahan di Kecamatan Tamalanrea Terendam Banjir Akibat Hujan Deras

Kondisi Banjir di Kampung Mula Baru Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea || ist
Kondisi Banjir di Kampung Mula Baru Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea || ist

Camat Tamalanrea, Muhammad Rheza menyebutkan ada enam kelurahan yang terendam banjir hingga pukul 19.00 Wita, Minggu (5/12).

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Sejumlah wilayah di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar mulai terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi.

Camat Tamalanrea, Muhammad Rheza menyebut ada enam kelurahan yang terendam banjir hingga pukul 19.00 Wita, Minggu (5/12).

Diantaranya, Kelurahan Tamalanrea Indah yaitu BTN Hamsy, BTN Antara, dan BTN Asal Mula. BTP Blok AA di Kelurahan Buntusu.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Waduk Tunggu Pampang Masih Normal

Selanjutnya, Biring Romang Baru dan Biring Romang Belakang di Kelurahan Kapasa. Kampung Batu Doang Kelurahan Kapasa Raya.

Kampung Mula Baru, Jalan Lantebung Kampung Mattoanging, dan Gudang 30 di Kelurahan Bira.

Serta, Kampung Tamalalang dan Kampung Bontoa Timur di Kelurahan Parangloe.

Baca Juga : Masyarakat Setujui Pembuatan Sumur Resapan, Balitbangda Sodor ke OPD Teknis

“Ketinggian air rata-rata setinggi betis orang dewasa. Kecuali Tamalalang dan Mula sudah sampai pinggang orang dewasa di beberapa titik,” kata Muhammad Rheza.

Meski air sudah cukup tinggi, namun warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Belum ada yang mengungsi.

“Tapi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kita sudah siapkan masjid sebagai posko pengungsian,” ujar dia.

Baca Juga : Balitbangda Kaji Rencana Pembuatan Sumur Resapan di Daerah Rawan Banjir

Sementara, Wali Kota Makassar, Muh Ramdhan Pomanto meminta pemerintah kecamatan untuk melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing setiap satu jam.

“Pemantauan setiap satu jam, karena kondisi sekarang pasang tertinggi,” ujar dia.

Sebelumnya, Danny mengeluarkan perintah siaga bencana kepada seluruh OPD, camat, dan lurah, untuk mengantisipasi dampak akibat cuaca buruk.

Baca Juga : Balitbangda Lakukan Seminar Kemajuan Identifikasi Masalah Banjir di Makassar

Danny juga meminta pemerintah setempat untuk melaksanakan prosedur siaga bencana dengan mengaktifkan semua recover center sebagai posko siaga bencana di semua kelurahan.

Termasuk mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengaktifkan warroom khusus bencana untuk memonitoring 153 kelurahan di 15 kecamatan.