MAKASSAR, KATABERITA.CO – DPRD Makassar mendukung Pemkot untuk mendorong perencanaan proyek kereta api Elevated (melayang). Hal itu sesuai dengan dorongan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Penolakan itu dilakukan karena dinilai bisa merugikan masyarakat. Danny pun mengeaskan bahwa banyak hal yang dirugikan kalau tidak melayang.
“Pokoknya saya tolak. Saya lindungi Makassar. Saya tidak tolak kereta apinya. Yang saya tolak itu tidak elevated. Dulu kan kita sepakat elevated, kenapa sekarang malah dirubah,” ungkap Danny–sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto, saat menggelar jumpa pers, di Kantor DPRD Makassar, Senin (18/7).
Baca Juga : Kota Makassar–Palu Jajaki City to City Cooperation, Munafri: Sinergi Jadi Kunci
Danny Pomanto menjelaskan, awal perencanaan jalur rel kereta api di Kota Makassar diputuskan elevated. Hanya saja, belakangan diketahui skenario berubah menjadi jalur darat.
Kendati begitu, Danny Pomanto dengan tegas menolak pembebasan lahan untuk proyek kereta api bukan tanpa alasan. Sebab, penerapan konsep kereta api jalur at grade bukan solusi transportasi justru memberikan dampak bagi warga Kota Makassar.
“Jadi kalau itu jalur rel darat terealisasi maka warga nelayan yang miliki perahu tidak bisa tembus dari sungai Tallo ke laut karena lebih rendah dari jembatan,” ungkapnya.
Baca Juga : Gerak Cepat Dishub Makassar dan BKPSDM, Taspen Salurkan Santunan untuk Ahli Waris Petugas PJU
Tak hanya itu, sambung wali kota Berlatar belakang Arsitek itu menilai proyek tersebut akan menyusahkan warga Makassar. Bahkan, Danny menduga proyek ini terkesan dipaksakan.
Danny Pomanto membandingkan Makassar dengan Palembang, Medan, dan kota lain yang membangun rel kereta api secara elevated. Dia juga menuturkan bahwa tidak ada alasan perihal desain pembangunan rel kereta api itu. Meski alasannya bahwa pembangunan rel kereta api secara elevated mahal, kenapa di daerah lain bisa dibuat seperti itu.
“Kenapa Palembang, Medan elevated, kita tidak. Memangnya kita ini negeri terbelakang. Saya sudah ngomong sama Pak Menteri soal ini. Saya lihat yang sekarang ini (Balai Kereta Api) memaksakan kehendak. Dia pikir ini sembarang Makassar ini bukan kota Kaleng-kaleng,” tegasnya.
Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Makassar Keluarkan Keputusan untuk Dua Anggota Dewan
Danny bersikukuh tetap menolak rancangan jalur kereta api at grade kendati Balai Keret Api sudah akan menerbitkan SK Penetapan Lokasi (Penlok) Juli ini.
“Cobami, biarmi. Tapi tetap saya tolak. Kalau begini, kulawanki. Tidak sesuai tata ruang Makassar, tidak menghargai Makassar. Pemilik wilayah masak kau tidak perhatikan. Harga diri orang Makassar kau hina kalau begini,” tegasnya.
Terpisah, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo juga mengaku sepakat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar perihal pembangunan rel kereta api yang dinilai telah keliru.
Baca Juga : SIMKS hingga Ukom BKN, BKPSDM Makassar: Bangun Kepemimpinan Kepsek Berintegritas
RL–akronim namanya pun menyebut jika dirinya akan bersinergi bersama Pemkot Makassar untuk menolak jika desain pembangunan rel kereta api itu dapat membuat dampak negatif bagi warga Makassar.
“Tentu apa yang disampaikan pak Wali tadi, kami sepakat karena ini mesti kita pikir kondisi warga kita untuk kedepannya. Jangan mau enak di awal saja sehingga warga nanti akan tersiksa akibat adanya proyek pembangunan ini,” jelasnya.
“Tentu jika desain elevated ini memang cocok diterapkan di Makassar. Karena kita di Makassar ini pemukiman yang padat penduduk. Sulit kalau mau di darat belum lagi pembebasan lahan yang tentu mengganggu warga sekitar,” tambahnya. (*)

