MAKASSAR, KATABERITA.CO — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung KB Bonto Makkio, Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi berbasis masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan praktik pemenuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan, mengatakan DASHAT menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.
Baca Juga : DPPKB Makassar Perkuat Sinergi dan Akuntabilitas Program Kependudukan 2026
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. DASHAT menjadi wadah untuk mendorong masyarakat memahami pentingnya makanan bergizi sekaligus memanfaatkan potensi pangan yang ada di lingkungan sekitar,” ujar Irwan.
Menurutnya, pelaksanaan DASHAT membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, kader, masyarakat, dan mitra kerja.
Gotong royong tersebut diperlukan agar edukasi dan intervensi gizi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Baca Juga : Harganas ke-33, DPPKB Makassar Pastikan Layanan KB Jangkau Wilayah Kepulauan
Irwan menambahkan, pemenuhan gizi tidak harus selalu identik dengan makanan mahal.
Dengan pengetahuan yang tepat, keluarga dapat mengolah bahan pangan yang tersedia menjadi makanan bergizi bagi ibu dan anak.
“Yang kita bangun adalah kesadaran keluarga. Bagaimana dapur rumah tangga bisa menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dan mencegah stunting,” katanya.
Ia berharap keberadaan DASHAT di Kampung KB Bonto Makkio dapat menjadi contoh penguatan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas.
“Ketika keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi dengan baik, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Ini membutuhkan keterlibatan semua pihak secara konsisten,” pungkas Irwan.

