MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kota Makassar merupakan satu dari dua kota di Indonesia yang masuk daftar Kota Pintar Dunia.

Itu berdasarkan data yang dirilis oleh IMD World Competitivenes Center melalui Smart City Index (SCI) Report 2023.
Dari total 141 kota yang diteliti, Jakarta berada di urutan ke-102, sedangkan Makassar di urutan ke-114.
Baca Juga : Kenakan Passapu Khas Bugis-Makassar, Munafri Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin
Kota Makassar dinilai memiliki rapor baru untuk beberapa area seperti, akses informasi terhadap keputusan pemerintah daerah.
Kemudian juga memiliki kemampuan mengatur janji temu medis secara online, dan kemudahan penggunaan angkutan umum berkat penjualan tiket serta penjadwalan secara online.
Meski begitu, SCI memberi beberapa catatan khusus. Makassar masih mempunyai beberapa pekerjaan rumah, pengangguran, kemacetan, dan korupsi.
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
SCI ini merupakan satu-satunya indeks global yang berfokus pada bagaimana warga negara merasakan ruang lingkup dan dampak dari upaya pemerintah untuk membuat kota mereka pintar dengan menyeimbangkan aspek ekonomi dan teknologi dengan dimensi manusiawi.
Capaian tersebut tak lepas dari andil Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang sejak periode pertama kepemimpinannya 2014 lalu.
Di mana Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengusung visi yakni Mewujudkan Makassar Kota Dunia yang Sombere and Smart City.
Baca Juga : Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Fokus pada Kualitas dan Peran Sosial
Di bawah kepemimpinan Danny Pomanto, Kota Makassar terus mengokohkan diri masuk dalam jajaran kota-kota dunia melalui sistem smart city.
Danny Pomanto telah melakukan banyak hal agar sistem kota pintar yang diterapkan di Kota Makassar sebagai alat menjawab kebutuhan masyarakat.
Keberhasilan penerapan Sombere and Smart City oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto terus menjadi perhatian internasional.
Baca Juga : Kemensos Lirik Makassar Jadi Percontohan Nasional Penanganan Sosial
November 2022 lalu, Danny Pomanto didaulat sebagai pembicara dalam High Level Experts and Leaders Panel Conference yang merupakan rangkaian acara G20 di Bali.
Danny Pomanto mengungkapkan konsep Smart City yang diterapkan di Kota Makassar berbeda dengan kota-kota lain karena dipadu dengan bahasa Makassar yakni Sombere atau ramah.
“Jika Smart City adalah perangkat keras dan lunak, maka Sombere adalah perangkat hati, atau hardware,” kata Danny Pomanto.
Baca Juga : Kemensos Lirik Makassar Jadi Percontohan Nasional Penanganan Sosial
Sistem Sombere and Smart City sebagai platform dan induk kota pintar bagi Makassar telah menghasilkan beragam program cerdas untuk mengidentifikasi persoalan dan sekaligus telah menemukan solusinya.
Tidak hanya memaksimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik saja, tapi juga telah dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
Salah satunya melalui program Lorong Wisata yang menuat 21 konten. Di mana di dalamnya, ada penguatan kebutuhan pangan keluarga, sirkulasi perekonomian di lorong, serta mitigasi sosial.
Baca Juga : Kemensos Lirik Makassar Jadi Percontohan Nasional Penanganan Sosial
“Program tersebut kita sandingkan dengan platform Sombere and Smart City kita, sehingga progresnya dapat terpantau secara aktual,” tutup Danny Pomanto.

