0%
logo header
Rabu, 29 Juni 2022 20:50

Balitbangda Kaji Rencana Pembuatan Sumur Resapan di Daerah Rawan Banjir

Balitbangda Makassar menggelar seminar kemajuan penelitian bidang aspek-aspek sosial pembuatan sumur resapan rumah tangga RT/RW Kota Makassar, di Laboratorium Inovasi Gedung Balai Kota Makassar, Selasa (28/6) lalu
Balitbangda Makassar menggelar seminar kemajuan penelitian bidang aspek-aspek sosial pembuatan sumur resapan rumah tangga RT/RW Kota Makassar, di Laboratorium Inovasi Gedung Balai Kota Makassar, Selasa (28/6) lalu

Upaya penanganan banjir terus dilakukan Pemkot Makassar. Salah satunya dengan membuat sumur resapan di daerah rawan banjir.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Upaya penanganan banjir terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Salah satunya dengan membuat sumur resapan di daerah rawan banjir.

banner pdam

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar sudah melakukan seminar kemajuan terkait rencana pembuatan sumur resapan, beberapa waktu lalu.

Penelitian tentang studi sosial ekonomi rencana zonasi sumur resapan pada perumahan dan permukiman di Kota Makassar dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Hasanuddin.

Baca Juga : FPTI Makassar Gelar Buka Puasa: Dorong Soliditas Pengurus untuk Tingkatkan Prestasi Atlet

Tim peneliti yang diketuai Mukrimin mengangkat studi kasus di Kecamatan Tamalanrea. Salah satu daerah di Kota Makassar yang rawan terjadi banjir saat musim hujan.

Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie mengatakan ada tiga kelurahan di Kecamatan Tamalanrea yang menjadi lokasi penelitian. Yakni, Kelurahan Tamalanrea Indah, Tamalanrea Jaya, dan Kelurahan Buntusu.

Kata Andi Bukti, pembuatan sumur resapan merupakan salah satu upaya pemerintah kota untuk mengatasi banjir di daerah rawan. Termasuk di Kecamatan Tamalanrea.

Baca Juga : Pemkot Makassar Teken LoI dengan Nihon SUIDO, Segera Implementasikan Sistem Banjir Real-Time

“Ini salah satu upaya penanganan banjir dengan menempatkan lahan untuk membuat sumur resapan. Jadi sumur resapan ini untuk menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah,” jelas Bukti, Rabu (29/6).

Andi Bukti menjelaskan banjir yang terjadi di wilayah perkotaan terjadi karena perubahan tutupan lahan sehingga menyebabkan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah sulit meresap.

“Itu yang membuat adanya limpasan sehingga menyebabkan terjadinya banjir,” tuturnya.

Baca Juga : BPBD Makassar Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem 23–24 November

Andi Bukti menyebut ada tiga permasalahan yang dikaji dalam penelitian tersebut. Yakni, untuk mengetahui persepsi dan peran masyarakat terhadap pembuatan sumur resapan.

“Kedua mengetahui potensi area pembuatan sumur resapan kawasan permukiman,” lanjutnya.

Terakhir untuk melihat efektivitas dan efisiensi pembuatan sumur resapan serta dampak terhadap perekonomian masyarakat di tingkat rumah tangga.