MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tengah mempersiapkan commuter metromoda (Co’Mo) dengan edisi terbaru. Jumlahnya 15 unit.

Rencananya launching dan operasional belasan unit moda transpirtasi listrik itu akan dimulai pertengahan 2023. Juni atau Juli nanti.
Danny Pomanto mengklaim edisi terbaru ini jauh lebih unggul dibandingkan dengan Co’Mo yang dilaunching pada saat HUT Kota Makassar ke-415 November 2022, lalu.
Baca Juga : CCTV Longwis Tak Lagi Seragam, Munafri Siapkan Sistem Keamanan Berbasis Zona
Akan ada pengembangan yang lebih bagus ke depannya. Beberapa perubahan yakni mulai dari desain, kecepatan, hingga kapasitasnya.
Rencana itu disampaikan Danny Pomanto usai berdiskusi dengan Perakit Co’Mo Ervan Komunar Pabo di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, Senin (16/1).
“Tadi saya konsolidasi mobil listrik, jadi kita membangun 15 unit mobil listrik lagi untuk Pemkot Makassar. Ada penyempurnaan desain, penyempurnaan kecepatan, dan kapasitasnya,” ungkap Danny.
Baca Juga : Danny Pomanto Inisiasi Forum Wali Kota Senior, Gagas Konsolidasi Nasional
Danny Pomanto menargetkan belasan unit minibus itu bisa launching dan beroperasi pada Juni atau Juli 2023, nanti.
Selanjutnya, Co’Mo ini akan menjadi transportasi khusus mengangkut wisatawan berkeliling mengunjungi Lorong Wisata (Longwis).
Selain itu, penumpang Co’Mo akan disuguhkan dengan kacamata VR yang memperlihatkan metaverse Longwis yang dikunjungi.
Di samping itu, juga menjadi bagian penting dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam hal kendaraan listrik.
Sementara, Pengusaha IT dan Mobil Listrik Ervan Komunar Pabo mengatakan kapasitas power dalam prototipe Co’Mo sebelumnya masih rendah sehingga perlu ditingkatkan.
“Jadi kapasitas powernya harus naik tiga kali lipat untuk operasional yang lebih mumpuni di Makassar. Bentuknya hampir mirip (Co’Mo),” ungkapnya.
Sedangkan untuk bodinya, lanjut Ervan, ke depan akan menggunakan full besi.
“Sebelumnya itu kan kombinasi triplek dan fiberglass, sementara yang baru nanti semuanya dari besi,” kata Ervan
Ervan yang juga menjabat Direktur Utama PT Jaringan Awan Digital Indonesia ini juga mencatat ada beberapa keunggulan Co’Mo dibanding kendaraan konvensional.
Diantaranya ramah lingkungan atau green energy, tanpa polusi. Pada prinsipnya ini merupakan kendaraan masa depan.
Dia juga menuturkan, timnya hanya menjalankan desain dari Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
Sembari itu juga menunggu administrasi beres seperti, izin perusahaan, izin industri, juga laik jalannya.
“Saya tukang jahitnya, tukang buatnya. Semua desainnya dari pak wali. Rencananya Juni itu sudah ada 15 unit yang mana harus lebih sempurna dari sebelumnya,” ungkapnya.
Termasuk kata dia, Wali Kota Danny Pomanto juga sementara berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BPK terkait dengan regulasinya.
“Apakah pemda bisa buat sendiri atau berkolaborasi dengan swasta lalu dibeli,” ucap Ervan.
“Kami juga dari Jakarta terus berkolaborasi dengan Pemkot Makassar untuk menuntaskan ini. Apalagi saya juga orang Makassar ji, cuma lama di Jakarta,” tambahnya.
Proyek ini juga akan melibatkan civitas kampus sehingga terwujud pemberdayaan. Sehingga ketika resmi dirilis maka Makassar menjadi kota pertama di Indonesia.
Sebelumnya, desain Co’Mo sudah menggunakan sensor dengan kendali melalui smartphone. Pun sistem pengisian baterai dengan energi matahari.

