0%
logo header
Kamis, 17 September 2026 21:46

Aliyah Mustika Ilham Sebut Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kepedulian Bersama

Aliyah Mustika Ilham Sebut Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kepedulian Bersama

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS sebagai bagian dari dukungan terhadap target Ending AIDS 2030 di Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS sebagai bagian dari dukungan terhadap target Ending AIDS 2030 di Sulawesi Selatan.

banner pdam

Komitmen tersebut ditunjukkan Aliyah Mustika Ilham saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Kamis (17/9).

Rakor tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi persoalan HIV-AIDS, khususnya dalam meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, serta edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim

Bagi Pemkot Makassar, penguatan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memastikan upaya penanggulangan HIV-AIDS dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa persoalan HIV-AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga : Buka Citra Beauty Fair 2026, Aliyah Mustika Ilham Ingatkan Masyarakat Cermat Pilih Produk Kecantikan

“Upaya pencegahan HIV-AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar langkah pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan dapat berjalan secara optimal,” ujar Aliyah.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, sebagai bagian dari langkah preventif dalam menekan risiko penularan HIV-AIDS.

Menurutnya, Pemkot Makassar akan terus mendorong perangkat daerah dan jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi serta mendukung program-program penanggulangan HIV-AIDS yang sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan target nasional.

Baca Juga : GPIB Bukit Zaitun Dukung Program Pemilahan Sampah Pemkot Makassar

“Pemerintah kota tentu berkomitmen mendukung upaya menuju Ending AIDS 2030. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran masyarakat, memperkuat pencegahan dan memastikan mereka yang membutuhkan mendapatkan akses layanan serta pendampingan,” tambahnya.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, perkembangan temuan HIV-AIDS di Sulawesi Selatan menunjukkan 2.660 kasus pada 2023, kemudian 2.486 kasus pada 2024 dan 1.939 kasus pada 2025.

Sementara periode Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 963 kasus.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Lapangan Karebosi Jadi Pusat Upacara

Berdasarkan kelompok umur, temuan kasus didominasi kelompok usia 25–49 tahun dengan persentase sebesar 58 persen.

Selanjutnya kelompok usia 15–24 tahun sebesar 35 persen, usia 30–50 tahun sebesar 6 persen, serta kelompok usia 15 tahun ke bawah sebesar 1 persen.

Dari data tersebut, Kota Makassar mencatatkan temuan kasus tertinggi di Sulawesi Selatan dengan 445 kasus, disusul Kabupaten Gowa sebanyak 74 kasus, Kota Palopo 38 kasus.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Lapangan Karebosi Jadi Pusat Upacara

Kabupaten Bulukumba 34 kasus, Kabupaten Jeneponto 27 kasus, Kabupaten Luwu Timur 23 kasus, dan Kabupaten Bantaeng sebanyak 20 kasus.

Data tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus memperkuat pentingnya langkah kolaboratif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Makassar.

Aliyah Mustika Ilham menegaskan, tingginya angka temuan di Kota Makassar harus direspons dengan memperkuat langkah-langkah preventif dan promotif, termasuk edukasi kepada masyarakat serta peningkatan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Lapangan Karebosi Jadi Pusat Upacara

“Angka ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, pencegahan harus terus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat juga penting agar informasi yang benar mengenai HIV-AIDS dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan stigma,” jelasnya.

Ia berharap Rakor tersebut dapat menghasilkan penguatan strategi dan langkah konkret yang dapat diterapkan secara sinergis di masing-masing daerah.

“Harapan kita bersama, koordinasi ini tidak berhenti pada forum rapat saja, tetapi menghasilkan langkah nyata di lapangan. Pemkot Makassar siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh pihak terkait,” tutupnya.