0%
logo header
banner dprd makassar
Senin, 07 November 2022 18:17

2023 Makassar Kembali Dapat Dana Kelurahan dari Pusat, Nilainya Rp30,6 Miliar

2023 Makassar Kembali Dapat Dana Kelurahan dari Pusat, Nilainya Rp30,6 Miliar

Kota Makassar kembali dikucurkan dana kelurahan dari pemerintah pusat untuk 2023 mendatang. Masing-masing kelurahan mendapatkan Rp200 juta.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kota Makassar kembali dikucurkan dana kelurahan dari pemerintah pusat untuk 2023 mendatang. Masing-masing kelurahan mendapatkan Rp200 juta.

Diketahui Kota Makassar memiliki 153 kelurahan, sehingga diperkirakan anggaran dana kelurahan yang akan dialokasikan untuk ibu kota Sulawesi Selatan itu mencapai Rp30,6 miliar.

Direktur Dana Transfer Umum Kementrian Keuangan Adriyanto menyampaikan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp1,7 dana kelurahan untuk tahun depan.

Baca Juga : Bima Arya Puji Pelaksanaan Rakernis APEKSI 2022 di Makassar

Informasi itu disampaikan Adriyanto dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2022, di Hotel Four Point by Sheraton, Senin (7/11).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ini dihadiri 64 kota se-Indonesia. Ada yang dihadiri langsung oleh wali kota, wakil wali kota, dan sekretaris daerah (sekda).

“Jadi tahun depan ada anggaran dana kelurahan, nilainya Rp1,7 triliun. Nilainya sama setiap daerah, Rp200 juta setiap kelurahan,” kata Adriyanto.

Baca Juga : Kepala DKP Makassar Dampingi Peserta Rakernis APEKSI 2022 Kunjungi Lorong Wisata Haderslev

Adriyanto berharap anggaran dana kelurahan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin seluruh pemerintah kota di Indonesia.

“Mudah-mudahan ini dapat digunakan dengan baik, dan kota-kota ataupun kelurahan itu bisa semakin baik pelayanan publiknya,” tuturnya.

Sementara Ketua Dewan Pengurus APEKSI Bima Arya mengatakan pengalokasian dana kelurahan berkat perjuangan dari pengurus APEKSI.

Baca Juga : 64 Kota Ramaikan Rakernis APEKSI 2022 di Makassar

Bima Arya yang juga Wali Kota Bogor menyampaikan dana kelurahan yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) pernah turun pada 2019 dan 2020.

Namun karena pandemi Covid-19, dana kelurahan yang seyogyanya dikucurkan untuk kota-kota yang ada di Indonesia terpaksa direfokusing sehingga pada 2021-2022 tidak lagi turun.

“2023 tahun depan Insya Allah akan turun dana kelurahan yang selama ini kita tunggu. Ini karena kami suarakan terus di APEKSI, apalagi ada kota yang bersanding dengan desa. Desanya dapat, tapi kelurahannya tidak,” ujar Bima Arya.

Baca Juga : 30 Wali Kota dan Tujuh Negara Bakal Hadir di Rakernis APEKSI 2022 & Makassar Investment Forum

Menurutnya, anggaran dana kelurahan sangat relevan jika dikucurkan tahun depan. Terlebih lagi, tahun depan ancaman resesi menghantui seluruh daerah di Indonesia.

“Jadi anggaran dana kelurahan ini tidak hanya digunakan untuk sarana dan prasarana, tapi juga pemberdayaan,” ungkapnya.

Sedangkan Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan kelurahan menjadi fokus pemerintah kota saat ini. Tidak sedikit kegiatan Pemkot Makassar dipusatkan di kelurahan.

Baca Juga : 30 Wali Kota dan Tujuh Negara Bakal Hadir di Rakernis APEKSI 2022 & Makassar Investment Forum

Misalnya penanganan Covid-19 melalui program Makassar Recover pada 2020-2021, lalu. Setiap kelurahan didirikan posko truk kontainer sebagai pusat pelayanan Covid-19 di tingkat kelurahan.

Mulai dari vaksinasi, pemeriksaan GeNose, dan lainnya yang berkaitan dengan proses tracing, testing dan treatment Covid-19.

“Makassar kan walaupun tidak turun dari pusat kita sudah punya dana kelurahan juga. Buktinya kemarin kontainer itu kita pakai anggaran dana kelurahan, padahal kemarin tidak ada turun dari pusat,” beber Danny.

Baca Juga : 30 Wali Kota dan Tujuh Negara Bakal Hadir di Rakernis APEKSI 2022 & Makassar Investment Forum

Begitu pula dengan pengembangan lorong wisata dengan pengadaan CCTV. Artinya, lanjut Danny, Pemkot Makassar saat ini fokus mengembangkan kelurahan.

“Selama itu menyentuh kelurahan itu dana kelurahan, dan kali ini 2023 cukup banyak dana kelurahan dari Kota Makassar (APBD), kalau tidak salah Rp500 juta per kelurahan,” tutupnya.