0%
logo header
Senin, 01 Juli 2024 16:50

2.759 Kuota Jalur Zonasi SD-SMP di Kota Makassar Tidak Terisi, Disdik Siapkan Jalur Solusi

Kepala Disdik Makassar Muhyiddin || istimewa
Kepala Disdik Makassar Muhyiddin || istimewa

Terdapat 2.266 kuota untuk jalur zonasi di tingkat SD yang tidak terisi atau kosong. Sedangkan untuk jenjang SMP terdapat 493 kursi jalur zonasi yang tidak terisi.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2024/2025 untuk jalur zonasi pada jenjang pendidikan SD-SMP telah ditutup, 28 Juni 2024, lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh di laman resmi https://ppdb.makassarkota.go.id/, tercatat sebanyak 13.245 orang pendaftar untuk jenjang pendidikan SD. Dari jumlah itu 11.993 pendaftar diterima.

Angka itu lebih sedikit dibandingkan kuota yang dibuka di 314 SD se-Kota Makassar. Di mana kuota jalur zonasi tingkat pendidikan SD sebanyak 14.259 kursi.

Baca Juga : Dua Peserta Tidak Lolos Bekas Calon Sekda Makassar

Artinya, terdapat 2.266 kuota untuk jalur zonasi di tingkat SD yang tidak terisi atau kosong.

Hasil PPBD Tingkat SD Jalur Zonasi tetanggal 1 Juli 2024

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar Muhyiddin saat dikonfirmasi tak menampik kondisi tersebut. Bahkan, kata dia, ada SD yang pendaftarnya tidak cukup satu kelas atau satu rombongan belajar (rombel).

Baca Juga : Disdik Makassar Gandeng Relawan Massikola Bantu Orang Tua Siswa Daftar PPDB SD-SMP

“Nanti kita lihat di akhir. Jadi biarkan dulu proses PPDB jalan, sampai jalur non-zonasi. Nanti kita sampaikan kepada teman-teman berapa kursi/kuota yang tidak terisi,” kata Muhyiddin, Senin (1/7).

Muhyiddin menilai kondisi ini merupakan hal biasa, sebab penyelenggara pendidikan bukan hanya Pemkot Makassar. Ada juga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang dikelola oleh Kementrian Agama.

Bahkan tidak sedikit orang tua siswa yang mendaftar anaknya di MI, bukan di 314 SD yang dikelola Pemkot Makassar.

Baca Juga : Anggaran Penggunaan Panel Surya di Makassar Ditaksir Ratusan Miliar

Untuk memenuhi kuota yang tidak terisi di PPDB maka pihaknya akan menempuh jalur solusi. Ini adalah upaya untuk memastikan tidak ada anak yang tidak sekolah. Sejalan dengan program pemerintah kota.

“Tinggal nanti bagaimana kita mendorong orang tua siswa untuk menyekolahlan anak mereka. Karena data di Disdukcapil, anak usia 6-7 tahun itu kan kelihatan,” ungkap Muhyiddin.

Sedangkan untuk jenjang SMP dari 12.543 pendaftar hanya 8.592 orang yang diterima dari kuota yang dibuka 9.085. Terdapat 493 kursi jalur zonasi di SMP yang tidak terisi.

Baca Juga : Disdik Target Seribu Beasiswa Anak Lorong di 2024

“Inikan baru satu jalur, nanti kita lihat di akhir. Sama dengan tahun lalu, setelah kita siapkan kuota ternyata masih ada kuota yang belum terpenuhi. Kan terbaca,” ujar Muhyiddin.