MAKASSAR, KATABERITA.CO – Ketersedian air bersih bagi warga Kecamatan Tallo selalu menjadi harapan besar. Pasalnya, hingga saat ini masih sangat terbatas.

Hal itu terungkap pada kegiatan tatap muka bersama Anggota DPRD Makassar, Sahruddin Said. Khusus untuk warga di dapil 2, meliputi Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Sangkarrang dan Bontoala. Kegiatan ini, merupakan bagian dari Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Anggaran 2021-2022.
Saat berada di Jalan Tinumbu Lorong 149 C Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, keluhan warga masih persoalan kebutuhan air bersih. Masalah ini memang selalu disampaikan saat anggota DPRD Makassar turun menjemput aspirasi.
Baca Juga : Komisi C DPRD Makassar Jadwalkan Ulang RDP Usai Manajemen PT GMTD Absen
Warga Jalan Tinumbu, Abd Rahman mengatakan, suplai air bersih atau air PDAM minim dikawasan Tinumbu. Harapannya, legislator yang datang bisa menjadi jembatan sehingga air bersih diperoleh masyarakat di Utara ini.
“Tadi itu, masalah utamanya soal air bersih. Ini yang terus kita minta agara suplai air bisa juga diberikan ke warga Utara,” jelas Abd Rahman, Selasa (9/8)
Tak hanya itu, sambung dia, masyarakat juga meminta rehabilitasi jaringan drainase. Utamanya, Jalan Tinumbu lorong 148 yang menjadi salah satu titik banjir di Bontoala ketika masuk musim hujan. Minimal ada pengerukan sedimen.
Baca Juga : Sah! APBD Perubahan 2025 Makassar Rp5,1 Triliun
“Kita minta juga pak dewan agar drainase diperbaiki. Karena setiap musim hujan selalu banjir di lorong 148,” tukasnya.
Sementara, Ketua RW 03 Kelurahan Layang, Salman menyampaikan persoalan adanya aktivitas remaja yang mengisap lem. Keberadannya sangat menggaggu masyarakat. Sehingga, keamanan dari pihak berwajib bisa diturunkan.
“Tadi, saya keluhkan soal keamanan. Depan Madrasah As’adiyah banyak anak-anak pengisap lem nongkrong. Kalau dilarang, mereka melempari warga,” ungkap Salman.
Baca Juga : Fraksi PKS Soroti Kinerja BUMD dan Rendahnya Kontribusi terhadap PAD Makassar
“Itu karena kondisinya gelap, tidak adanya lampu jalan, ini juga kita minta ke pak dewan pengadaan lampu jalan,” tambahnya.
Kalau bisa, sambung dia, pemerintah kota memasang kamera pengawas atau CCTV. Sehingga, jika ada perbuatan atau kejadian dapat termonitor dengan baik.
“Lebih bagus lagi kalau ada CCTV. Karena kalau anak-anak pengisap lem dilarang biasa mereka melempari warga, bahkan biasa kotorannya disimpan depan rumah,” paparnya.
Baca Juga : Andi Hadi Ibrahim Dorong Percepatan Pengesahan Ranperda Kearsipan
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Makassar Sahruddin Said mengatakan pihaknya akan mengawal aspirasi dari warga Dapil 2. Catatan ini diteruskan kemudian menjadi bahan dalam menyusun program kedepan.
“Insya Allah, kita akan perjuangkan di paripurna soal aspirasi warga,” tegasnya.
Termasuk, sambung Politisi PAN ini, keluhan masyarakat menjadi catatan dalam sistem informasi pemerintah daerah (SIPD). Selanjutnya, aspirasi menjadi program di masing-masing SKPD.
Baca Juga : Andi Hadi Ibrahim Dorong Percepatan Pengesahan Ranperda Kearsipan
“Tentu ini akan dilihat dari prioritas. Karena anggaran terbatas tapi ditindaklanjuti secara bertahap,” jelasnya.

