0%
logo header
Senin, 25 Agustus 2025 21:21

Program SR Gratis PDAM Makassar Jadi Percontohan Nasional

Program SR Gratis PDAM Makassar Jadi Percontohan Nasional

Program Sambungan Rumah (SR) gratis resmi dilaunching pada Kamis, 26 Juni 2025 lalu. Program ini menyasar warga berpenghasilan di bawah UMK, dengan daya listrik 450–900 watt, dan rumahnya berada di area jaringan pipa PDAM.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Program Sambungan Rumah (SR) gratis yang kini dijalankan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Makassar menarik perhatian sejumlah daerah di Indonesia.

banner pdam

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melakukan studi tiru ke PDAM Makassar, Senin (25/8).

Kedatangan mereka untuk menggali pengalaman sekaligus juga strategi di balik suksesnya PDAM Makassar mengeksekusi program SR.

Baca Juga : Usai Alami Kerugian, PDAM Catat Laba Bersih Rp5,1 Miliar per September 2025

Diketahui program ini merupakan prioritas pada pemerintahan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA).

Rombongan Pemkab PPU dipimpin langsung Wakil Bupati, Abdul Waris Muin dan Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), Abdul Rasyid.

Mereka diterima dengan hangat oleh Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, beserta jajaran struktural di Aula Tirta Dharma PDAM, Jalan Dr Ratulangi.

Baca Juga : PDAM Makassar Teken MoU dengan BPKP, Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad mengatakan bahwa program ini lahir dari kebutuhan mendasar masyarakat berpenghasilan rendah yang kesulitan membayar biaya sambungan baru.

“Memang program ini ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, Karena biaya pemasangan mencapai Rp2,2 juta, angka yang berat bagi warga,” kata Hamzah Ahmad.

“Bahkan dengan skema angsuran enam kali pun masih sulit. Karena itu, wali kota dan wakil wali kota mendorong agar sambungan dibuat gratis,” tambahnya.

Baca Juga : Putusan MA Buktikan Hamzah Ahmad Tak Terlibat Kasus Korupsi

Lebih lanjut, ia mengatakan sejak diluncurkannya program tersebut, sudah lebih dari enam ratus sambungan baru yang terealisasi di enam wilayah pelayanan PDAM Makassar.

Tahun ini, PDAM menargetkan dua ribu sambungan gratis, dengan prioritas di wilayah utara dan timur kawasan padat penduduk.

Menariknya, untuk menekan biaya, pemasangan dilakukan secara gotong-royong oleh pegawai PDAM, mulai dari staf hingga pejabat struktural.

Baca Juga : Jaga Transparansi, PDAM Makassar Perpanjangan Kerja Sama dengan Kejari

“Dalam program gratis ini, seluruh karyawan PDAM hingga pejabat struktural diwajibkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemasangan sambungan. Bahkan saya sendiri ikut menjadi penanggung jawab pemasangan gratis bagi masyarakat,” jelasnya.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, mengapresiasi inovasi PDAM Makassar.

Menurutnya, inovasi ini relevan dengan visi daerahnya yang juga ingin menghadirkan sambungan gratis bagi masyarakat.

Baca Juga : Jaga Transparansi, PDAM Makassar Perpanjangan Kerja Sama dengan Kejari

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Namun cakupan layanan di PPU masih sekitar 30 persen. Biaya pemasangan yang tinggi membuat banyak warga belum mampu mengakses air PDAM. Karena itu, kami datang untuk belajar,” kata Abdul Waris.

Ia juga menegaskan bahwa kebutuhan air bersih di PPU semakin mendesak, terlebih dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayahnya.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Dengan adanya IKN, tantangan semakin besar: keterbatasan jaringan, kapasitas instalasi yang terbatas, hingga ancaman kekeringan saat musim kemarau. Kami ingin memastikan masyarakat tetap terlayani,” ujarnya.

Baca Juga : Jaga Transparansi, PDAM Makassar Perpanjangan Kerja Sama dengan Kejari

Ia menambahkan ada sejumlah aspek teknis yang ingin dipelajari, mulai sistem verifikasi penerima manfaat agar tepat sasaran, dukungan APBD atau APBN, hingga peran DPRD dan masyarakat dalam menopang program tersebut.

“Kami ingin tahu bagaimana PDAM Makassar menjaga keberlangsungan program ini agar tidak berhenti di tengah jalan,” tuturnya.

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, jugq menilai PDAM Makassar layak dijadikan rujukan karena keberhasilannya menyeimbangkan pelayanan publik dan efisiensi manajemen.

Baca Juga : Jaga Transparansi, PDAM Makassar Perpanjangan Kerja Sama dengan Kejari

“Kami ingin meniru sekaligus memodifikasi agar sesuai dengan kondisi PPU, terlebih dengan hadirnya IKN di wilayah kami,” ucapnya.

Diketahui, program pemasangan sambungan air gratis resmi dilaunching pada Kamis, 26 Juni 2025 lalu.

Program ini menyasar warga berpenghasilan di bawah UMK, dengan daya listrik 450–900 watt, dan rumahnya berada di area jaringan pipa PDAM.

Baca Juga : Jaga Transparansi, PDAM Makassar Perpanjangan Kerja Sama dengan Kejari

Penerima manfaat ditetapkan melalui verifikasi lapangan (Survei Lokasi). Pemasangan pipa dibatasi maksimal 20 meter dari pipa distribusi utama.

Sambungan pemasangan baru ini diberikan gratis, namun biaya pemakaian bulanan tetap menjadi tanggungan pelanggan.

Program ini menjadi prioritas karena banyak warga enggan memasang sambungan PDAM akibat biaya awal yang mahal.

Baca Juga : Jaga Transparansi, PDAM Makassar Perpanjangan Kerja Sama dengan Kejari

Dengan program ini, cakupan layanan diharapkan semakin luas dan pendapatan perusahaan daerah meningkat.