MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemkot Makassar terus memperluas gerakan urban farming dengan menargetkan seluruh RW memiliki lahan produktif.

Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan lahan terbatas untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.

Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung memanen bawang dan sejumlah jenis sayuran di Kebun Urban Farming Kelompok Tani Marennu, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Rabu (4/11).
Baca Juga : Munafri Resmi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar Usai Seleksi Karya Designer Muda Lokal
Tidak hanya di satu lokasi, Munafri juga melanjutkan kunjungannya ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Jalan Deppasawi Luar, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate.
Di sana, ia turut menyaksikan hasil panen berupa cabai, kangkung, dan terong yang dibudidayakan oleh anggota kelompok wanita tani.
“Kunjungan ke dua lokasi urban farming ini menjadi bentuk dukungan pemerintah kota terhadap gerakan pertanian perkotaan yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan bahan pangan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” ujar Munafri.
Baca Juga : Pemkot Makassar Bawa Gagasan Kota Sehat ke Panggung Dunia, Paparkan Urban Farming hingga Super Apps Lontara+
Munafri mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan sekaligus hasil dari program urban farming yang dikembangkan kelompok tani di Kota Makassar.
Menurutnya, pertanian perkotaan menjadi salah satu solusi strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan lahan yang menjadi tantangan bagi kota metropolitan.
Melalui pemanfaatan pekarangan dan ruang-ruang kosong, masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan produktif dengan menanam berbagai komoditas pangan dan sayuran.
Baca Juga : Tinjau Urban Farming Tallo, Munafri: Lahan Terbatas Bisa Jadi Sumber Penghasilan
“Program urban farming ini penting karena menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga,” katanya.
“Walaupun dengan lahan terbatas, masyarakat tetap bisa memproduksi kebutuhan pangan sendiri,” tambah Munafri.
Pemkot Makassar melalui kelompok tani terus memotivasi warga agar mengembangkan pertanian perkotaan agar masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming Terintegrasi, Libatkan Warga hingga Komunitas Lorong
Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, urban farming juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat, memperkuat kebersamaan antarwarga, serta berpotensi membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Kita berharap gerakan urban farming dapat tumbuh menjadi budaya produktif masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga,” tutupnya.

