0%
logo header
Selasa, 03 November 2026 10:38

Sambut HUT ke-419 Kota Makassar, DPPKB Gelar Pemilihan Duta GenRe dan Wisuda 350 Lansia

Sambut HUT ke-419 Kota Makassar, DPPKB Gelar Pemilihan Duta GenRe dan Wisuda 350 Lansia

DPPKB Kota Makassar mengadakan Pemilihan Duta dan Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Adujak GenRe) 2026, dan Wisuda 350 peserta Sekolah Lansia.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) ikut ambil bagian menyemarakkan HUT ke-419 Kota Makassar.

banner pdam

Sebagai kado, DPPKB mengadakan Pemilihan Duta dan Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Adujak GenRe) tingkat Kota Makassar 2026.

iklan pemprov sulsel

Selain itu, DPPKB Kota Makassar juga akan mewisuda 350 peserta Sekolah Lansia.

Baca Juga : HUT Kota Makassar, Disperkim Bedah 419 Rumah Warga

“Kedua kegiatan ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah kota membangun kualitas sumber daya manusia lintas generasi, mulai dari kalangan remaja hingga kelompok lanjut usia,” kata Kepala DPPKB Kota Makassar Andi Irwan Bangsawan.

Lebih lanjut, Irwan Bangsawan menjelaskan Pemilihan Duta GenRe rencananya akan digelar pada akhir November 2026 dengan melibatkan remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum GenRe Makassar.

Ia menjelaskan, Adujak GenRe bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi remaja untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemahaman mengenai perencanaan kehidupan.

Baca Juga : Munafri Tegaskan HUT Kota Makassar ke-419 Tak Boleh Sekadar Hura-hura

Melalui kompetisi tersebut, peserta didorong menjadi figur teladan atau role model bagi teman sebaya, sekaligus agen edukasi yang mampu menyampaikan informasi tentang keluarga berencana dan pola hidup sehat.

“Ini merupakan lomba bagi remaja untuk menunjukkan bagaimana mereka memahami keluarga berencana, pola hidup sehat, serta bagaimana merencanakan kehidupan sejak dini,” jelasnya.

Salah satu fokus utama program GenRe adalah kampanye TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni edukasi untuk mencegah tiga risiko utama yang dihadapi remaja, meliputi pernikahan usia dini, seks pranikah, serta penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).

Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Program Keluarga Tangguh dan Lansia Berdaya

Menurut Irwan Bangsawan, para peserta yang berhasil terpilih sebagai Duta GenRe nantinya memiliki tanggung jawab lebih luas.

Peserta akan bertugas melakukan sosialisasi dan komunikasi kepada remaja di berbagai wilayah Kota Makassar mengenai pentingnya membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan terencana.

“Ketika mereka terpilih menjadi Duta GenRe, ada tanggung jawab untuk menyosialisasikan dan mengedukasi remaja lainnya tentang pentingnya generasi berencana,” tambahnya.

Baca Juga : Makassar Juara Umum I Harganas ke-31 Tingkat Sulsel, Danny Pomanto: Keluarga Inti Sebuah Kota

Selain memberikan perhatian terhadap generasi muda, DPPKB Kota Makassar juga menyiapkan apresiasi bagi kelompok lanjut usia melalui wisuda Sekolah Lansia yang direncanakan diikuti sekitar 350 peserta.

Irwan mengatakan, wisuda tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para lansia yang telah menuntaskan rangkaian pembelajaran di Sekolah Lansia.

Sebelum dinyatakan lulus, para peserta telah mengikuti 12 kali pertemuan dengan materi beragam, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan kemampuan komunikasi, hingga kegiatan rekreasi dan wisata bersama.

Baca Juga : Makassar Juara Umum I Harganas ke-31 Tingkat Sulsel, Danny Pomanto: Keluarga Inti Sebuah Kota

“Setelah mengikuti 12 kali pertemuan di Sekolah Lansia, mereka dianggap bisa diwisuda. Istilahnya S1, bukan strata satu, tetapi standar satu,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada pemberian pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kemandirian, memperluas interaksi sosial, serta menjaga produktivitas kelompok lanjut usia.

Menurutnya, lansia harus tetap mendapatkan ruang dan penghargaan di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Baca Juga : Makassar Juara Umum I Harganas ke-31 Tingkat Sulsel, Danny Pomanto: Keluarga Inti Sebuah Kota

Usia yang semakin bertambah bukan alasan untuk membatasi aktivitas dan peran mereka.

“Jadi, sebenarnya ini tentang bagaimana lansia bisa tetap berdaya, bukan justru terpinggirkan. Jangan sampai ketika seseorang sudah lanjut usia, kemudian dianggap tidak perlu lagi dilibatkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

Saat ini, program Sekolah Lansia di Makassar telah menjangkau sekitar 780 peserta yang tersebar di 15 kecamatan.

Baca Juga : Makassar Juara Umum I Harganas ke-31 Tingkat Sulsel, Danny Pomanto: Keluarga Inti Sebuah Kota

Pelaksanaannya memanfaatkan Balai Keluarga Berencana (KB) sebagai pusat kegiatan pembelajaran di masing-masing wilayah.

Adapun persyaratan untuk mengikuti program tersebut relatif sederhana, yakni berusia minimal 60 tahun, berdomisili di wilayah setempat, serta memiliki kemauan untuk mengikuti seluruh tahapan pembelajaran.

“Peserta yang telah menuntaskan proses pembelajaran akan memperoleh ijazah atau tanda kelulusan dari DPPKB Kota Makassar,” bebernya.

Baca Juga : Makassar Juara Umum I Harganas ke-31 Tingkat Sulsel, Danny Pomanto: Keluarga Inti Sebuah Kota

Irwan menambahkan, wisuda Sekolah Lansia merupakan agenda rutin tahunan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, DPPKB Kota Makassar telah mewisuda sekitar 250 peserta.

Melalui dua agenda tersebut, DPPKB Kota Makassar ingin menghadirkan perayaan hari jadi kota yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan generasi muda yang berkualitas dan pemberdayaan kelompok lanjut usia menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Makassar yang sehat, mandiri,” tutupnya.