MAKASSAR, KATABERITA.CO – Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Zainal Ibrahim memaparkan program Makassar Berjasa (Makassar Berbagi Jaminan Sosial) kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri, di Ruang Sipakatau Kantor Balaikota Makassar, Kamis (24/9).

Program unggulan tersebut dipaparkan saat menghadiri kunjungan kerja Wagub Indah Dhamayanti Putri beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Kunjungan tersebut dalam rangka studi tiru percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penguatan perlindungan sosial bagi pekerja rentan.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Dorong Kuliner Khas Makassar Tembus Pasar Internasional
Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly dan beberapa OPD.
Plt Kepala Disnaker Makassar Zainal Ibrahim mengatakan Makassar Berjasa merupakan salah satu program prioritas pembangunan Kota Makassar yang mendapatkan dukungan penganggaran melalui APBD.
Pada 2026, perlindungan jaminan sosial melalui APBD Kota Makassar diperluas kepada 81.466 pekerja rentan untuk perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Sambut Dubes Swiss, Buka Peluang Kolaborasi Internasional
Sementara itu, sekitar 45.000 pekerja rentan juga mendapatkan perlindungan tambahan melalui program Jaminan Hari Tua (JHT).
Penerima manfaat berasal dari berbagai kelompok pekerja, di antaranya pedagang kaki lima, nelayan, penjual sayur, pekerja RT/RW, pekerja keagamaan, penyandang disabilitas, komunitas seni, serta kelompok pekerja rentan lainnya.
Penguatan kepesertaan juga dilakukan melalui 1.005 Agen Perisai yang tersebar di tingkat RW.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Sebut Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kepedulian Bersama
Kehadiran agen tersebut diharapkan semakin mendekatkan akses informasi dan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya soal mengalokasikan anggaran, tetapi bagaimana memastikan perlindungan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Zainal.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemkot Makassar sekaligus kesempatan untuk mempelajari berbagai program dan inovasi yang telah diterapkan di Kota Makassar.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Indah mengatakan, saat ini Pemprov NTB tengah memperluas perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko sosial dan ekonomi.
Ia menyebut cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di NTB masih memiliki ruang besar untuk diperluas. Khususnya bagi pekerja informal.
“Kami hadir di Kota Makassar untuk belajar dari sebuah inovasi yang sangat inspiratif, salah satunya program Makassar Berjasa. Program ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah daerah kepada pekerja rentan,” ujar Indah Dhamayanti Putri.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Indah juga memberikan perhatian khusus terhadap pola pendekatan berbasis komunitas melalui agen perisai yang menjangkau hingga tingkat RW.
Ia menilai pengalaman Makassar tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi NTB dalam memperluas perlindungan jaminan sosial hingga ke tingkat desa dan dusun.
“Kami ingin mempelajari bagaimana kebijakan dirancang, bagaimana penganggarannya melalui APBD, siapa sasaran penerimanya, serta bagaimana implementasinya dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Indah Dhamayanti Putri.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Sementara, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham atas nama Pemkot Makassar menyambut baik kedatangan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri beserta rombongan karena menjadikan Makassar sebagai lokus kunjungan kerja.
Kepada Wakil Gubernur NTB, Aliyah menjelaskan bahwa Pemkot Makassar terus mendorong penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan yang terintegrasi, berbasis data dan diperkuat dengan jaminan sosial.
Salah satunya program Makassar Berjasa yang dirancang untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja rentan.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Aliyah menilai, pekerja informal seperti nelayan, pedagang kaki lima, pengemudi, pekerja jasa, pekerja keagamaan, hingga kelompok rentan lainnya memiliki risiko tinggi terdampak secara ekonomi ketika menghadapi kecelakaan kerja maupun kehilangan pencari nafkah.
Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan kebijakan perlindungan yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga mampu mencegah masyarakat rentan semakin jauh masuk ke dalam kemiskinan.
“Pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan konvergensi program, data yang presisi, serta perlindungan jaminan sosial yang masif agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan dan memiliki kesempatan untuk keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Ia juga menyambut positif kunjungan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat pertukaran pengalaman dan inovasi antara Makassar dan NTB.
Aliyah menegaskan bahwa studi tiru bukan sekadar melihat keberhasilan suatu daerah, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar dan mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.
“Studi tiru hari ini bukanlah sarana untuk merasa lebih baik, melainkan wadah untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Kami yakin banyak pula inovasi luar biasa dari NTB yang dapat kami pelajari bersama,” tutupnya.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Melalui kunjungan ini, Pemkot Makassar dan Pemprov NTB diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi, berbagi inovasi, serta menghadirkan kebijakan perlindungan sosial yang semakin inklusif bagi pekerja rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

