MAKASSAR, KATABERITA.CO – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Makassar memperluas jejaring kerja sama internasional.

Sedikitnya delapan negara menyatakan minat menjajaki kemitraan di berbagai sektor setelah mengikuti forum diplomasi yang digelar di Makassar pada 25–26 Juni 2026.
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar, Andi Zulfitra Dianta, mengatakan komunikasi yang terbangun dalam forum tersebut menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret meski belum memasuki tahap penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Baca Juga : Munafri-Melinda Hadiri Gala Dinner APEKSI 2026, Perkuat Sinergi Antarkota untuk Kemajuan Makassar
“Forum IGS 2026 menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang. Ada sekitar delapan negara yang menyatakan ketertarikan menjalin kerja sama dengan Makassar,” ujarnya.
Delapan negara tersebut yakni Kosta Rika, Fiji, Polandia, Malaysia, Kamboja, Ukraina, Tunisia, dan Belanda.
Menurut Andi Zulfitra, setiap negara menunjukkan minat pada sektor yang berbeda sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga : Pemkot Bakal Revitalisasi Situs Kerajaan Tallo, Hidupkan Kembali Warisan Sejarah Makassar
Kosta Rika menawarkan kolaborasi di bidang mitigasi bencana melalui penguatan sistem kesiapsiagaan berbasis kolaborasi multipihak.
Fiji tertarik mengembangkan perdagangan gula aren Sulawesi Selatan sebagai alternatif pemanis yang lebih sehat.
Sementara itu, Polandia membuka peluang kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, serta beasiswa.
Baca Juga : IGS 2026 Hasilkan 37 Peluang Bisnis, Pemkot Makassar Kawal Tindak Lanjut Investasi
Malaysia menjajaki kerja sama di bidang pertukaran budaya dan promosi pariwisata.
Belanda menawarkan peluang kolaborasi dalam pengembangan urban farming dan pertanian modern, termasuk penyediaan tenaga ahli serta penjajakan program sister city.
Tunisia membahas peluang perdagangan komoditas dan investasi, sedangkan Ukraina dan Kamboja menjajaki penguatan hubungan antarkota serta kerja sama di berbagai sektor strategis.
Baca Juga : Sukses Jadi Tuan Rumah IGS 2026, Prokopim Perkuat Citra Makassar di Kancah Internasional
Andi Zulfitra menilai IGS 2026 membuktikan bahwa gastrodiplomasi mampu menjadi instrumen efektif untuk memperkuat hubungan internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan daerah.
“Harapannya, komunikasi yang telah terbangun ini dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Makassar,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar akan terus mengawal komunikasi dengan negara-negara yang telah menyatakan minat bekerja sama agar penjajakan tersebut dapat berkembang menjadi program yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan peningkatan daya saing Kota Makassar di tingkat internasional.
Baca Juga : Sukses Jadi Tuan Rumah IGS 2026, Prokopim Perkuat Citra Makassar di Kancah Internasional
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memperkenalkan potensi strategis Kota Makassar sebagai gerbang investasi Indonesia Timur dalam Forum Bisnis IGS 2026.
Di hadapan para duta besar, pejabat kementerian, pelaku usaha, dan investor dari berbagai negara, Munafri menegaskan bahwa Makassar memiliki posisi penting sebagai pusat konektivitas, perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
“Makassar memiliki posisi yang unik sebagai pusat strategis dan pintu gerbang menuju Indonesia Timur. Kami adalah pusat koneksi logistik yang menghubungkan Indonesia Barat dan Timur,” ujar Munafri.

