MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah melalui pelayanan PDAM Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Munafri dalam kegiatan tausiah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 PDAM Kota Makassar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumda Air Minum Kota Makassar, Kamis (6/8).
Munafri mengatakan, PDAM memiliki posisi strategis karena mengemban tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar.
Baca Juga : Semarak HUT ke-102, PDAM Makassar dan Karang Taruna Gelar Donor Darah
“Perumda Air Minum (PDAM) ini punya fungsi yang sangat sentral di Kota Makassar. Perusahaan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar yang sangat vital, yaitu ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ujar Munafri.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk harus diikuti dengan peningkatan kemampuan penyediaan air bersih.
Pemerintah kota, kata dia, tidak boleh membiarkan masyarakat kehilangan akses terhadap layanan dasar.
Baca Juga : HUT ke-102, PDAM Makassar Gelar Tausiah dan Perkuat Semangat Pengabdian Pegawai
Ia menegaskan, persoalan pelayanan air bersih tidak semata-mata berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat.
“Kalau ada masyarakat yang tidak bisa terlayani dengan baik oleh kehadiran PDAM, berarti ada hak masyarakat yang tidak terpenuhi. Karena itu pelayanan air bersih harus terus ditingkatkan,” katanya.
Munafri juga mengapresiasi berbagai pembenahan yang dilakukan manajemen PDAM Kota Makassar.
Baca Juga : Dzikir Bersama Hingga Aksi Donor Darah Meriahkan Peringatan HUT PDAM Makassar ke-102 Tahun
Meski cakupan pelayanan belum mencapai 100 persen, ia menilai langkah perbaikan yang dilakukan perusahaan telah menunjukkan perkembangan positif.
Di tengah ancaman musim kemarau panjang, Munafri meminta seluruh jajaran PDAM meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perencanaan untuk menjaga ketersediaan pasokan air bagi masyarakat.
“Musim kemarau yang panjang akan sangat mempengaruhi debit air. Karena itu dibutuhkan perencanaan yang matang, fokus, dan konsentrasi yang kuat dari seluruh elemen yang ada,” ujarnya.
Baca Juga : Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di PDAM Makassar
Ia menilai pengelolaan air minum tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan pelayanan di masa depan.
Karena itu, Munafri menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme seluruh pegawai PDAM dalam menjalankan tugas.
“Pekerjaan di PDAM ini tidak sedikit tantangannya. Karena itu saya berharap seluruh pegawai memiliki integritas yang kuat dalam bekerja. Tempat ini bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat beribadah dan mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga : Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di PDAM Makassar
Munafri juga meminta jajaran direksi memperkuat kolaborasi dan menyatukan semangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, slogan pelayanan “SEGERA” yang diusung PDAM harus diwujudkan dalam pelayanan yang cepat, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap direksi mampu menyatukan pikiran dan semangat yang sama agar pola pelayanan ini bisa lebih maksimal,” katanya.
Baca Juga : Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di PDAM Makassar
“PDAM juga harus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak karena pekerjaan ini tidak bisa diselesaikan sendiri,” tutup Munafri.

