0%
logo header
banner dprd makassar
Selasa, 17 Agustus 2021 21:09

Hipma Gowa UNM Berbagi Sarung untuk Pengungsi Kebakaran

Hipma Gowa Komisariat UNM membagikan sarung kepada korban kebakaran di Kampung Lepping, Jalan Muh Tahir, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Selasa, (17/8). || ist
Hipma Gowa Komisariat UNM membagikan sarung kepada korban kebakaran di Kampung Lepping, Jalan Muh Tahir, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Selasa, (17/8). || ist

Ketua Hipma Gowa Komisariat UNM, Nur Muh Ilham berharap sarung itu bisa meringankan beban warga yang masih dalam tenda pengungsian. Di mana ada banyak anak-anak dan lanjut usia (lansia) yang hanya tidur dengan alas seadanya. Sehingga menurut dia, sarung ini diharapkan bisa dijadikan selimut atau penghangat badan bagi pengungsi saat tidur.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Himpunan Pelajar Mahasiswa (Hipma) Gowa Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) membagikan sarung kepada korban kebakaran di Kampung Lepping, Jalan Muh Tahir, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Selasa, (17/8).

Ketua Hipma Gowa Komisariat UNM, Nur Muh Ilham berharap sarung itu bisa meringankan beban warga yang masih dalam tenda pengungsian. Di mana ada banyak anak-anak dan lanjut usia (lansia) yang hanya tidur dengan alas seadanya.

Sehingga menurut dia, sarung ini diharapkan bisa dijadikan selimut atau penghangat badan bagi pengungsi saat tidur.

Baca Juga : Pemkot Makassar Bantu Korban Kebakaran di Rappokalling

“Apalagi hujan mulai turun. Jadi bisa dibayangkan bagaimana tidur dalam kondisi begini,” kata Ilham.

Selain membagikan sarung, mahasiswa dari berbagai jurusan di kampus oranye itu juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai.

“Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana pengurus,” tambah Ilham.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Salurkan 1,5 Ton Beras Bagi Korban Kebakaran di Bone

Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Rabu, 11 Agustus itu menghanguskan 95 rumah, 15 rumah terdampak, dan membuat 114 kepala keluarga, serta 532 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan data Kelurahan Jongaya, dari 532 jiwa itu terdapat 15 lansia, 11 ibu hamil, dan 61 bayi atau balita. Hingga kini mereka masih tinggal dalam tenda yang dibangun masing-masing warga di lokasi kebakaran.