0%
logo header
banner dprd makassar
Selasa, 29 Maret 2022 23:12

Healty City Summit 2022, Danny Paparkan Transformasi RSUD Daya

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat tampil sebagai narasumber di event Summit Seminar dan Expo Kabupaten/Kota Sehat (Healthy City Summit) 2022, di Pancowati Patra Semarang Hotel dan Convention, Jawa Tengah, Selasa (29/3).
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat tampil sebagai narasumber di event Summit Seminar dan Expo Kabupaten/Kota Sehat (Healthy City Summit) 2022, di Pancowati Patra Semarang Hotel dan Convention, Jawa Tengah, Selasa (29/3).

Di hadapan peserta yang lain, Danny memaparkan transformasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, dari rumah sakit daerah yang tidak diperhitungkan kini menjadi rumah sakit daerah yang modern.

SEMARANG, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tampil sebagai narasumber pada seminar nasional inovasi penguatan kemandirian dan tata kelola serta Best Practise Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Seminar ini merupakan sesi keempat dari rangkaian event Summit Seminar dan Expo Kabupaten/Kota Sehat (Healthy City Summit) 2022, di Pancowati Patra Semarang Hotel dan Convention, Jawa Tengah, Selasa (29/3).

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Pemerintah Kota Semarang dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diketuai Bima Arya, Wali Kota Bogor.

Baca Juga : Pastikan Pelayanan Prima, Wakil Wali Kota Tinjau RSUD Daya

Di hadapan peserta yang lain, Danny memaparkan transformasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, dari rumah sakit daerah yang tidak diperhitungkan kini menjadi rumah sakit daerah yang modern.

Danny menuturkan pada saat dirinya terpilih menjadi Wali Kota Makassar pada periode pertama, dia fokus membangun bidang kesehatan.

“Suatu kehormatan bagi saya, membangun sistem kepala kesehatan RSUD Daya. Dimana rumah sakit milik Pemkot tersebut sekarang istimewa karena 97,5% menanggung BPJS dari 1,6 juta penduduk yang menetap di Makassar,” kata Danny.

Baca Juga : Makassar Recover Milik Paten Makassar, Andi Bukti: Sudah Punya Sertifikat HKI

Pemerintah kota bersama RSUD Daya juga melayani masyarakat tanpa BPJS. Itu dikarenakan hampir kurang lebih 100 ribu warga keluar masuk Makassar.

Yang menurutnya, menjadi persoalan utama di kota besar adalah mereka yang tidak memiliki KTP, karena akte kelahiran tidak terbit, akte kelahiran dari kampung asalnya tidak ada.

“Semua RS Makassar kalau ada orang tidak punya BPJS kami layani dengan ikhlas dan ada anggaran untuk itu. Semua harus dilayani, orang yang terlantar masuk ke kota, tidak boleh ditelantarkan, siapa pun,” tutur dia.

Baca Juga : Makassar Raih Penghargaan Kota Sehat 2022

Danny mengatakan pada saat dirinya membangun anatomi kesehatan, dirinya membuat revolusi di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

“Alhasil RSUD Daya dari rumah sakit tipe C saat ini telah menjadi rumah sakit tipe A plus hanya dalam satu tahun kepemimpinan saya,” beber Danny.

Begitupun pada saat dilantik 26 Februari 2021 lalu, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 dia kemudian mencanangkan program Makassar Recover.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Didaulat Jadi Pembicara Forum APEKSI 2021

Danny bahkan membuat Laboratorium PCR 4 Gen di RSUD Daya Makassar, dan melibatkan 15 ribu influencer anak muda yang berusia 25 tahun untuk memeriksa kesehatan masyarakat

“Semua alat kami lengkap. Kalau kita mau membangun Health security kuat, jangan takut untuk membeli alat yang canggih,” jelas dia.

Dalam Rakorsus Makassar Menuju Kota Metaverse yang digelar pemerintah kota beberapa waktu lalu, RSUD Daya Makassar telah menyiapkan konten metaverse yakni diagnosa setelah tes laboratorium.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Didaulat Jadi Pembicara Forum APEKSI 2021

“Dia akan lihat sakit kita apa, seumpamanya di paru paru, langsung ditunjuk avatar untuk menentukan titik diagnosanya. Selanjutnya memperlihatkan tiga dimensi paru paru tersebut. Olehnya itu kami berkomitmen serius membangun Kota Metaverse,” tutup Danny.