0%
logo header
Senin, 15 Mei 2023 19:10

Gerak Cepat, DP2 Makassar Respon Laporan Warga yang Terdampak Serangan Hama Ancam 10 Hektar Sawah

Gerak Cepat, DP2 Makassar Respon Laporan Warga yang Terdampak Serangan Hama Ancam 10 Hektar Sawah

Petugas teknis Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) membantu petani di wilayah Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. Senin (15/5/2023).

 

banner pdam

MAKASSAR, KATABERITA.CO– Kegiatan produksi pangan oleh petani seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Temasuk serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) mengakibatkan berkurangnya hasil produksi bahkan bisa panen.

Baca Juga : Manfaatkan Konter, DP2 Layani Pemeriksaan Hewan Gratis

Karenanya, petugas teknis Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pengamat
Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) membantu petani di wilayah Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. Senin (15/5/2023).

Kedatangan mereka sebagai respon atas laporan dari ketua kelompok Tani, Daeng Ago mengenai serangan hama yang mengancam 10 hektar padi di sawah kelompoknya.

Plt Kepala UPT Penyuluhan DP2 Makassar, Rostiati mengatakan, OPT yang menyerang adalah Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis) atau dikenal dengan Hama Pelipat Daun.

Baca Juga : DP2 Bawakan Paket Gizi ke Lokasi Binaan Anak Stunting

Serangan hama ini akan berdampak kerusakan pada daun utamanya di fase vegetatif.

“Setelah mendapat penjelasan cara pembuatan dan arahan teknis penggunaan pestisida nabati di Dangau milik kelompok tani, dilanjutkan dengan penyemprotan pestisida ramah lingkungan nabati yang terbuat dari daun mimba atau neem oil,” jelasnya.

Hasil ekstrasi bagian tumbuhan ini mengandung senyawa yang bisa bersifat racun bagi hama namun aman untuk hewan dan manusia.

Baca Juga : Evy Buka Resmi Pelatihan Penguatan Kelas Kelompok Budidaya

Pengendalian hama ini dilakukan bersifat prefentif ini dilakukan walaupun intensitas serangan yang masih ringan, untuk mencegah serangan OPT lebih parah dan merugikan secara ekonomis. (*)