MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat langkah mitigasi terhadap berbagai faktor penghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Evaluasi capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III menjadi dasar untuk merumuskan strategi percepatan ekonomi pada Triwulan IV 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terlibat aktif mengidentifikasi persoalan ekonomi sekaligus menyiapkan intervensi kebijakan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Baca Juga : Sekda Makassar Tinjau Kesiapan Kelurahan Gunung Sari, Pastikan Siap Diuji Tim Penilai Kemendagri
Hal tersebut disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penelaahan Capaian Indikator Ekonomi PDRB Triwulan III untuk Mitigasi dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV di Hotel Claro Makassar, Rabu (4/11).
Andi Zulkifly menegaskan, pembahasan indikator ekonomi tidak boleh dipandang sebagai agenda rutin semata.
Forum tersebut harus menghasilkan langkah konkret untuk mengatasi hambatan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga : Lima Gerai Koperasi Merah Putih di Makassar Layak Digunakan dengan Catatan Perbaikan
Ia juga menyayangkan minimnya kehadiran sejumlah OPD dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan seluruh perangkat daerah sangat penting karena pertumbuhan ekonomi membutuhkan koordinasi lintas sektor.
“Bagaimana kita mau membangun sinergi yang baik dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melaksanakan visi-misi Bapak Wali Kota, kalau masih banyak OPD yang belum menangkap mana kegiatan yang penting dan perlu dihadiri,” tegasnya.
Ia menilai, efektivitas belanja pemerintah juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi.
Baca Juga : Pemkot-Baznas Makassar Kaji Blueprint GIM dan Optimalisasi ZIS ASN
Besarnya anggaran yang direalisasikan tidak otomatis meningkatkan pertumbuhan apabila program yang dijalankan tidak menyentuh sektor produktif.
“Jangan melihat secara sederhana bahwa pertumbuhan ekonomi itu berhubungan dengan uang yang dibelanjakan. Programnya harus tepat. Sebanyak apa pun anggaran yang direalisasikan, kalau tidak tepat dalam mendukung peningkatan ekonomi, pasti tidak ada hubungannya,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh OPD menyelaraskan program dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) dengan sektor-sektor yang berkontribusi terhadap PDRB Kota Makassar.
Baca Juga : Sambut HUT ke-55, Korpri Makassar Gagas Night Slow Jogging di Kawasan CPI
Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam mengoordinasikan evaluasi dan proyeksi indikator ekonomi bersama perangkat daerah terkait serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, validasi data diperlukan untuk memastikan capaian ekonomi yang menjadi dasar perumusan kebijakan.
Selain itu, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan pada Triwulan III harus segera diidentifikasi agar dapat diantisipasi pada periode berikutnya.
Baca Juga : Sambut HUT ke-55, Korpri Makassar Gagas Night Slow Jogging di Kawasan CPI
“Bappeda harus menjadi mitra strategis bagi kita semua. Data-data ini perlu divalidasi, kemudian kita buat proyeksi untuk Triwulan IV. Kita harus mengidentifikasi faktor penghambat dan mencari solusinya agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” tuturnya.
Ia berharap FGD tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan lintas perangkat daerah.
Dengan demikian, upaya mitigasi tidak berhenti pada evaluasi angka pertumbuhan, tetapi berlanjut pada intervensi yang tepat sasaran untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. (*)

