0%
logo header
Selasa, 20 Februari 2024 17:19

DP3A Ajak Semua Pihak Terlibat Dalam Pemenuhan dan Perlindungan Anak Demi Wujudkan KLA

DP3A Ajak Semua Pihak Terlibat Dalam Pemenuhan dan Perlindungan Anak Demi Wujudkan KLA

Kepala Bidang Pemenuhan Anak DP3A, Anri Saleng pada Bimtek Konvensi Hak Anak yang di gelar di Hotel Almadera, Selasa (20/02/2024).

 

MAKASSAR, KATABERITA.CO— Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar mengajak semua pihak untuk terlibat dalam pemenuhan dan perlindungan anak.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemenuhan Anak DP3A, Anri Saleng pada Bimtek Konvensi Hak Anak yang di gelar di Hotel Almadera, Selasa (20/02/2024).

Baca Juga : DP3A Capai Target Bentuk Shelter Warga di 30 Kelurahan

Kata Anri, tujuan bimtek ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas layanan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Dengan harapan semakin meningkatnya pelayanan dalam perlindungan anak.

“Dorongan bapak/ibu perangkat daerah dapat menciptakan perlindungan dan pemenuhan hak anak serta pengembangan dan penguatan kelembagaan serta sistem yang sesuai dengan konvensi hak anak,” ujar Anri.

Baca Juga : DP3A Langsung Bentuk Dua Shelter Warga di Tamalanrea

Perlu kerjasama antar semua pihak. Kelurahan, kecamatan, pemerhati anak dan perempuan, opd terkait. Sinergitas dan kerja keras perlu ditingkatkan demi mewujudkan kota Makassar sebagai kota layak anak.

Sementara, Salah satu narasumber, Rosniaty Azis menambahkan ada 15 jenis anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

Diantaranya, anak yang berada dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak yang minoritas dan terisolasi, anak korban kekerasan fisik, korban bulliying, korban penculikan dan lainnya.

Baca Juga : Selaraskan Program Longwis DP3A Bentuk Karakter Anak Milenial Berintegritas

“Semua ini harus kita lindungi. Makanya pentingnya kita ini punya data anak yang meliputi hal-hal yang masih kurang agar kita bisa menentukan kebijakan yang bisa diambil,” ucapnya.

Pada kesempatan itu pula, Rosniaty berharap agar kebijakan kedepan dapat memperhatikan hal-hal yang ramah bagi anak.

“Contoh kecilnya di sekolah, apakah meja dan tempat duduk yang dipakai siswa itu berbahaya atau tidak. Runcing atau tidak ujungnya. Semua itu yang harus diperhatikan untuk bisa mewujudkan benar-benar kota layak anak di Makassar,” pungkasnya. (*)