0%
logo header
Jumat, 10 November 2023 15:25

DKP Makassar Serahkan Sertifikat Keamanan PSAT kepada Tiga Kelompok Tani, Pastikan Jaminan Mutu Keamanan Pangan

Kepala DKP Makassar Mahyudin membuka kegiatan Sertifikasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan Daerah Kabupaten/Kota di Hotel Best Western Plus Makassar Beach, Jumat (10/11) || istimewa
Kepala DKP Makassar Mahyudin membuka kegiatan Sertifikasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan Daerah Kabupaten/Kota di Hotel Best Western Plus Makassar Beach, Jumat (10/11) || istimewa

Dinas Ketahanan pangan (DKP) Kota Makassar menyerahkan Sertifikat Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) kepada tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai jaminan mutu dan keamanan pangan terhadap produk kelompok tani.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kepala Dinas Ketahanan pangan (DKP) Kota Makassar, Mahyuddin menyerahkan Sertifikat Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) kepada tiga Kelompok Wanita Tani (KWT).

banner pdam

Ketiganya yaitu KWT Citra Tello Kecamatan Panakkukang, KWT Anggrek Kecamatan Makassar, dan juga KWT Kerukunan Jaya Kecamatan Tamalanrea.

Sertifikat itu diserahkan disela-sela kegiatan Sertifikasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan Daerah Kabupaten/Kota di Hotel Best Western Plus Makassar Beach, Jumat (10/11).

Baca Juga : Intens Pengawasan, Tim DKP Makassar Uji Sampel Pangan di Pasar Terong

Kegiatan tersebut diselenggarakan yang digelar DKP Makassar melalui Bidang Keamanan Pangan yang bertujuan untuk memberi jaminan mutu dan keamanan pangan terhadap produk kelompok tani.

“Pangan segar yang aman adalah pangan yang memiliki nomor registrasi atau sertifikasi,” kata Kepala DKP Makassar Mahyuddin.

Selain memberikan jaminan mutu keamanan pangan, sertifikasi produk PSAT juga penting karena membuat masyarakat tidak was-was. Sebab ada jaminan dan perlindungan masyarakat.

Baca Juga : DKP Makassar Kembali Gelar GPM, Upaya Jaga Stabilisasi Harga Pangan

Hal itu sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53 Tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumnuhan.

“PSAT yang diproduksi KWT kita cek kondisinya memastikan kemungkinan adanya cemaran bilogis, kimia, dan benda lain yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Termasuk kandungan gizinya,” tuturnya.