0%
logo header
banner dprd makassar
Senin, 07 Maret 2022 12:57

Dinkes Sosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Dinkes Sosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Dinkes Makassar mencatat 75% perokok pasif yang terpapar sehingga menyebabkan penyakit di paru-paru. Sedangkan 25% merupakan perokok aktif. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk turut serta menyosialisasikan perda KTR agar lingkungan sekitar bisa terbebas dari asap rokok.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengingatkan bahaya merokok kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam sosialisasi peraturan daerah dilaksanakan Anggota DPRD Makassar, di Hotel Almadera, Senin (7/3).

Pada kesempatan tersebut, Ida-sapaannya membahas terkait Perda Nomor 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Baca Juga : BPOM Tarik Lima Obat Soal Gagal Ginjal Akut pada Anak, Danny Pomanto Intruksikan Dinkes Sidak Apotek

Nursaidah mengatakan 75% perokok pasif yang terpapar sehingga menyebabkan penyakit di paru-paru. Sedangkan 25% merupakan perokok aktif.

Karena itu, Ida-sapaannya mengajak masyarakat untuk turut serta menyosialisasikan perda KTR agar lingkungan sekitar bisa terbebas dari asap rokok.

“Saya minta setelah ini, sampaikan ke keluarga ta dan tetangga sekitar untuk sayangi diri kita dengan hindari rokok. Khususnya perokok aktif, harus sadar lingkungan,” tutur dia.

Baca Juga : Pastikan Pelayanan Prima, Wakil Wali Kota Tinjau RSUD Daya

Menurut dia, perlu ada pendekatan secara persuasif bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga bisa mengikuti apa yang menjadi aturan pemerintah.

Sebab, penerapan perda KTR bukan hanya merujuk dampak kesehatan bagi si perokok melainkan juga masyarakat yang ikut mengisap asap rokok tersebut.

Untuk itu, dijelaskan dalam perda KTR bahwa setiap kawasan bebas asap rokok wajib memiliki ruangan khusus bagi perokok, dengan memasang stiker sanksi yang dijatuhkan kepada mereka yang merokok kawasan yang telah ditentukan.

Baca Juga : Danny Pomanto Tegaskan Tak Ada Cacar Monyet di Makassar

“Kita beritahu dampaknya seperti apa kedepan, tapi kan kalau kita hanya menjelaskan dampaknya ke dia (si perokok) pasti mereka acuh karena beranggapan yang menanggung sakit itu dia (si perokok), tapi yang mau kita tegaskan disini adalah dampak asap rokok itu kepada orang lain, makanya itu penerapan denda juga perlu,” tutupnya.

Berdasarkan perda tersebut, ada beberapa kawasan bebas asap rokok seperti fasilitas layanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum yang telah ditetapkan.

Penanggung jawab atau pimpinan kawasan tersebut wajib memasang tanda peringatan larangan merokok pada kawasan KTR.

Baca Juga : Lepas Peserta Run to End TB, Indira Jusuf Ismail Optimistis Makassar Capai Target Eliminasi TB 2030

Pimpinan juga diwajibkan memberikan teguran kepada mereka yang melanggar sesuai dengan aturan, mulai dari teguran lisan, tertulis, penghentian kegiatan bahkan sampai denda administrasi sebesar Rp50.000,-.