0%
logo header
Senin, 30 Mei 2022 22:53

Danny Segera Terapkan Teknogi Pengolahan Sampah Food Waste

Danny Segera Terapkan Teknogi Pengolahan Sampah Food Waste

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengunjungi uji teknologi food waste bank based on the BSF Breeding Technology di Bank Sampah Pusat yang di perlihatkan langsung Tim Entomo.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengunjungi uji teknologi food waste bank based on the BSF Breeding Technology di Bank Sampah Pusat yang di perlihatkan langsung Tim Entomo, di Paccerakkang, Senin (30/5)

banner pdam

Kunjungan mereka melihat langsung bagaimana proses pengolahan sampah makanan dimanfaatkan dan diolah menjadi lebih bermanfaat.

iklan pemprov sulsel

Hal itu dilakukan Danny sesuai dengan konsep yang akan diwujudkannya yakni bagaimana sampah di Kota Makassar bisa berkurang dengan pengelolaan yang tepat.

Baca Juga : Munafri Arifuddin Unjuk Skill Memasak, Raih Juara I Lomba Masak Antar Kepala Daerah di HUT ke-357 Sulsel

“Saya kira teknologi manggot ini adalah sebuah teknologi yang kita uji di Makassar yang ternyata lebih bagus hasilnya dari daerah asalnya yaitu di Korea,” kata Danny.

“Matahari sangat menentukan, di Makassar ternyata cocok. Kita akan segera menerapkan. Sampah di Makassar ini perlu diurai,” ucapnya.

Kata Danny, kehadiran teknologi ini dapat membantu mengelolah sampah menjadi lebih bermanfaat.

Baca Juga : Kenal Pamit Kapolda Sulsel, Wali Kota Makassar Apresiasi Djuhandani dan Sambut Awal Chairuddin

“Satu hari Kota Makassar menghasilkan sampah sebanyak 1.200 ton dan didominasi oleh sampah makanan. Karena Makassar kan kota kuliner dan kehadiran teknologi ini saya pikir sangat membantu,” sebutnya.

Kapasitas satu alat teknologi bisa mengelola sampah makanan sebanyak tiga ton perhari. Harganya cukup fantastis, mencapai Rp2 miliar.

Direktur Bank Sampah Makassar, Saharuddin menjelaskan output teknologi tersebut.

Baca Juga : Munafri Paparkan Inovasi Gunung Sari dalam Penilaian Kelurahan Berprestasi 2026

“Jadi sampah ini kita ambil dari restoran, toko-toko makanan dan sejenisnya dimasukkan ini diolah dan hasilnya itu diurai manggot selama 40 hari dan outputnya 90 persen menjadi pupuk organik,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Sahar, hasil dari teknologi food waste ini bisa menghasilkan berbagai macam produk kosmetik, dan minyaknya bisa jadi biosel.

“Di korea minyak hasil pengelolaan sampah makanan ini sangat berguna. Kelebihan dari adanya teknologi ini juga kota Makassar bisa membuat industrinya sendiri dengan memberdayakan masyarakat, karena manggot ini bisa diekspor dan membuat sabun-sabun kecantikan,” pungkasnya.